Jumat, Januari 30, 2026
BerandaHeadlineH Sjofjan : Saya Optimis Program JKN-KIS Ndak Akan Dibubarkan

H Sjofjan : Saya Optimis Program JKN-KIS Ndak Akan Dibubarkan

Pekanbaru (Nadariau.com) – Sekitar pukul 10 pagi tadi, Selasa (26/02), sambil ditemani Kader JKN, Henny, Tim Jamkesnews mengunjungi H. Sjofjan Nainggolan (72) di kediamannya di Jalan Udang III Pekanbaru. Pria yang akrab disapa H. Sjofjan ini sedang mengisi ulang galon kosong.

Sejak tidak bekerja lagi, H. Sjofjan mengelola usaha isi ulang air minum di rumahnya. Hasilnya tak seberapa meski demikian H. Sjofjan terlihat selalu tersenyum dan ramah.

Seraya menemani cucunya bermain, H. Sjofjan mulai menuturkan kisahnya dalam merasakan manfaat program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) ini.

Semenjak transisi PT Askes (Persero) menjadi BPJS Kesehatan di tahun 2014, sejak itu pula H. Sjofjan beserta istri, Hj. Asnimar (68) sudah menjadi peserta JKN-KIS segmentasi Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) Kelas 3.

H. Sjofjan sendiri mengidap penyempitan pembuluh jantung yang diketahuinya di tahun 2013, saat akan menerima injeksi meningitis. Oleh dokter saat itu diberikan obat sebelum H. Sjofjan berangkat ke Mekah untuk menunaikan ibadah haji.

Di tahun 2015, Haji Sjofjan kembali mengeluh sesak dan dibawa ke fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) Klinik Narita. Diasap dan oksigen. Seminggu kemudian kumat lagi. H. Sjofjan kembali dirujuk ke rumah sakit PMC dengan pemberian obat seminggu sekali tanpa biaya hingga saat ini.

Sementara Hj. Asnimar punya keluhan di bagian lututnya (athrosis). Di tahun 2010, Hj. Asnimar sudah disarankan untuk operasi dengan perkiraan biaya operasi Rp 50juta.

Karena keterbatasan biaya, Hj. Asnimar hanya mengonsumsi obat hingga program JKN-KIS muncul. Mereka kembali membawa Hj. Asnimar berobat dan kembali disarankan operasi. Akhirnya operasi bisa dijalankan di Januari 2018.

“Awalnya tak terbayangkan oleh kami harus mengeluarkan Rp 50juta untuk operasi, tapi ternyata biayanya dijamin BPJS Kesehatan sesai prosedur,” kenang H. Sjofjan sambil tersenyum.

H. Sjofjan begitu terkesan dan berterima kasih kepada Pemerintah dengan program ini. Kepada Tim Jamkesnews dia sampaikan bahwa dia optimis, apapun isu yang beredar di luar sana, program ini harus tetap sustain, tetap berkesinambungan.

“Saya masih optimis, program ini ndak bakal dibubarkan. Subsidi silang diefektifkan. Antara yang sehat membantu yang sakit,” pesan H. Sjofjan.

Saat berpamitan pun, H. Sjofjan masih tersenyum. Terima kasih Pak H. Sjofjan, sehat selalu Pak. (ind)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer