Polres Rohul akan Tindaklanjuti Pengaduan Wartawan Terhadap Perusahaan

Rohul (Nadariau.com) – Kepolisian Resor (Polres) Rokan Hulu (Rohul) berjanji akan tindaklanjuti adanya pengaduan dua Wartawan yang mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari Menejemen Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Merangkai Artha Nusantara (MAN).

Perlakuan tidak menyenangkan itu terjadi pada Kamis (14/02/2019) lalu. Saat itu, dua wartawan yakni Eka Syahputra dari Riau Televisi dan Sudirman dari media online metroterkini.com hendak lakukan peliputan terkait adanya informasi pencemaran sungai diduga berasal dari limbah PT MAN.

Tindakan terkesan arogan dari pihak PT MAN kepada dua wartawan ini sudah dibuat laporan pengaduan ke Mapolres Rohul pada Rabu (20/0219). Sebelum melaporkan ke SPKT Polres Rohul, dua wartawan sempat melakukan koordinasi dengan pihak Sat Reskrim Polres Rohul.

“Benar pihaknya sudah menerima pengaduan terkait ada tindakan tidak menyenangkan yang dialami oleh dua wartawan di Rohul,” Kapolres Rohul AKBP M Hasyim Risahondua SIK MSi melalui Kasat Reskrim Polres Rohul AKP Harry Avianto SIK, Jumat (22/02/2019).

AKP Harry mengaku, laporan pengaduan yang dilayangkan oleh korban, yakni dua wartawan sudah didisposisi oleh Kapolres Rohul untuk dilimpahkan ke Sat Reskrim Polres Rohul guna ditindaklanjuti.

“Kita pelajari dahulu. Jika memenuhi unsur, akan kita proses sesuai aturan yang berlaku,” jelas AKP Harry.

Sebelumnya, Sudirman, salah satu korban sikap arogansi perusahaan, menuturkan, peristiwa intimidasi yang dialami dirinya, bersama rekanya tersebut, terjadi saat tim Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rohul, bersama Perwakilan Perusahaan, turun mengambil sampel air di hilir sungai Juragi, Desa Bangun Jaya, Kecamatan Tambusai Utara, yang diduga tercemar limbah.

Setelah selesai mengambil sampel dari hilir Sungai Juragi, Tim DLH kemudian bergerak ke kawasan Perusahaan untuk mengambil Sampel Limbah di Kolam Limbah PT MAN.

Saat diperjalanan menuju Kolam Limbah Perusahaan, Sudirman mengaku mendengar, seorang manajer PT MAN, memerintahkan security, agar tidak memperbolehkan wartawan masuk ke kolam limbah untuk mengambil gambar.

“Kami sempat pertanyakan itu kepada orang DLH, mengapa kami tidak boleh masuk, dan oleh orang DLH, kita diminta masuk bersama dengan mereka” Ujar Sudirman yang juga Ketua Divisi Hukum dan HAM PWI Rohul.

Namun, Ketika masuk menuju ke kolam limbah PT MAN tersebut, Seorang Seucirty kemudian datang menghadang Eka Syahputra, Wartawan Riau Televisi, yang saat itu mencoba mengambil Visual Kolam Limbah PT MAN.

Tak hanya menghadang, oknum security PT MAN tersebut, juga membentak eka dengan ucapan yang tidak pantas.

“Sudah…bubar…bubar” ucap Sudirman menirukan Ucapan Security tersebut.

“Kita sangat sangat menyayangkan sikap Arogan Pihak Perusahaan, tugas kami ini dilindungi Undang-undang, dan Semata-mata untuk menjalankan tugas Jurnalistik. Dan atas kejadian ini, kami berniat menempuh jalur hukum,” ungkap Sudirman. (tra)