Pemasangan Jaringan Sutet di Rohul Banyak Bermasalah dengan Pemilik Lahan

Rohul (Nadariau.com) – Pemasangan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (Sutet) oleh pihak PLN yang merupakan perusahaan negara yang tengah beroperasi di Kabupaten Rokan Hulu banyak bermasalah terutama di sepanjang jalan lingkar kilometer 4 Desa Suka Maju Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu.

Pihak PLN juga diduga telah melakukan penumbangan terhadap kebun karet masyarakat tanpa ada koordibasi dan pemberitahuan kepada pemilik lahan hingga merugikan masyarakat atas proyek tersebut.

Pemasangan saluran udara tegangan ekstra tinggi Sutet di kabupaten hampir rampung. Meski demikian tidak sedikit masyarakat yang merasa kecewa kepada pihak PLN terhadap pembangunan tapak tower yang menjulang tinggi tersebut.

Bahkan diduga pihak PLN juga melakukan pengrusakan lahan perkebunan karet masyarakat tanpa ada pemberitahuan dan koordinasi kepada pemilik lahan untuk pembuatan tower ditanah masyarakat.

Terutama yang terjadi di jalan lingkar kilometer 4 Desa Suka Maju Kecamatan Rambah tepatnya pada tapak tower 13 dan 14.

Pemilik lahan Zulfan S, Rabu (18/01/2019) mengatakan, sangat kecewa kepada pihak PLN yang sudah menumbangi perkebunan karet miliknya tanpa ada koordinasi atau pemberitahuan kepada dirinya selaku pemilik kebun.

“Pembangunan tower yang berada didalam kebunnya meyebabkan lebih kurang 30 batang pohon karet ditumbangi oleh pihak PLN, kayu gaharu atau kayu besi 4 batang dan kayu alam 16 batang,” kata zulfan.

Zulfan menambahkan, ketika Sutet ini sudah aktif atau berfungsi ia selaku pemilik lahan tidak lagi bisa membangun rumah atau bangunan lainnya dibawah aliran Sutet.

“Karena bisa menimbulkan penyakit dan membahayakan terhadap anak – anak. Sementara lahan yang dilewati oleh Sutet tidak ada diganti rugi maupun kompensasi dari pihak PLN” jelas Zulfan.

Sampai sejauh ini pihak dari PLN belum melakukan ganti rugi atau memberikan kompensasi terhadap lahannya yang sudah dirusak oleh pihak PLN. Akibatnya dirinya merasa dirugikan hingga ratusan juta.

“Jika dalam waktu dekat pihak PLN belum memberikan kepastian ganti rugi terhadap lahan perkebunan karetnya, maka penarikan kabel di tower 13 dan 14 akan dihentikan dan meminta PLN memindahkan tapak tower dari lahannya,” tegas Zulfan.

Sejauh ini ketika dikonfirmasi Kepada pihak PLN melalui via telpon seluler Sahrum selaku pimpinan pengawas penggantian rugi atau kompesasi tidak menjawab terkait permasalahan lahan keluhan dari pemilik lahan ini. (tra)