Kisah Andini Bersaudara, Gadis Malang Menjaga Dua Adik di Pelalawan Sempat Dirawat di RSUD

Andini bersama dua orang adiknya di rumah sakit.

Pelalawan (Nadariau.com) – Inilah kisah Andini (140, gadis malang ditinggal ibu karena meninggal dunia dan juga ditinggal ayah tidak tau alamatnya.

setelah sempat menginap dan di rawat satu malam di Puskesmas Kerumutan, Minggu (13/1) malam, Purwanti  berumur 20 bulan, adik kedua dari Andini, akhirnya di rujuk ke RSUD Selasih.

Menurut keterangan Kepala Puskesmas Kerunutan Harno SKM, Purwanti memiliki gejala penyakit TBC sebagaimana ibunya yabg semasih hidup juga memiliki riwayat penyakit yang sama.

Namun setelah di rawat oleh dokter di Puskesmas kondisi berangsur lebih baik.

“Saat ini sudah jauh pebih baik ketika pertama datang semalam. Namun masih memerlukan penanganan lebih lanjut boleh dokter spesialis anak dan bisa saja ke spesialis paru. Untuk itu kita rujuk ke RSUD Selasih di Pangkalan Kerinci,” terang Harno, Minggu (13/01/2019).

Tak hanya Purwanti, adiknya Siradattul Jannah berumur 4 bulan juga telah dilakukan cek kesehatan oleh pihak Puskesmas untuk memastikan apakah mengidap penyakit yang sama.

“Ketiganya sudah kita cek, alhamdulillah Andini, adiknya Purwanti dan Siradattul Jannah tidak terkena (negative) TBC,” lanjutnya

Setelah keluar dari Puskesmas Kerumutan dan sempat pulang kerumah, ketiga kakak beradik ini, kemudian langsung bertolak ke Pangkalan Kerinci didampngi oleh Dedi Azwandi yang memang selama ini selalu mendampingi mereka.

“Agar mendapatkan penanganan yang maksimal dari dokter spesialis, kita bawa ke RSUD Pangkalan Kerinci, di RSUD Selasih nanti dokter spesialis akan melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh terhadap ketiganya,” terang Dedi Azwandi

Andini bersaudara sampai di RSUD Selasih sekitar pukul 22.00 WIB, Purwanti  langsung di tangani oleh dokter jaga diruang UGD, setelah menjalani pemeriksaan disana. tangan mungil Purwanti harus ditusuk jarum infus agar cairan obat yang terkandung didalamnya langsung didistribusikan ke pembuluh darah Purwanti.

“Setelah di bawah ke kamar, Purwanti tidur pulas, kita doakan bersama, dia cepat sembuh. Begitu juga kedua saudaranya tetap sehat,” pungkas Dedi Azwandi.  (apon)