29 Kg Sabu dan 18.600 butir H5 Dimusnahkan di Mapolda Riau

Pekanbaru (Nadariau.com) – Polisi musnahkan narkoba jenis sabu sebanyak 29,58 kilogram sabu serta 18.600 butir pil jenis Happy Five (H5), Jumat (21/12/2018).

Barang haram itu merupakan hasil penangkapan selama dua pekan terakhir.

“Sabu dan pil H5 itu milik enam tersangka, termasuk satu di antaranya Warga Negara Malaysia,” ujar Kapolda Riau, Irjen Widodo Eko Prihastopo.

Widodo mengakui wilayah yang dipimpinnya merupakan jalur masuk narkoba dari luar negeri seperti Cina dan Malaysia. Masuknya narkoba itu melalui perairan Selat Malaka.

“Kita prihatin, karena ini menunjukkan indikasi Riau sebagai tempat jalur utama peredaran narkoba dari Malaysia, lewat Selat Malaka, masuk ke kita,” kata Widodo.

Widodo juga tak menampik sejumlah penangkapan yang dilakukan anak buahnya selama ini sebagian besar berasal dari Malaysia dan Cina.

Namun, pihaknya masih mendalami siapa pemesan narkoba dalam jumlah besar itu.

Sebab, selama ini strategi pengedar narkoba dengan cara memutus jaringan jika kurir mereka tertangkap.

Dia juga masih melakukan penyelidikan narkoba lainnya yang belum terungkap.

“Ini yang berhasil kita ungkap. Masih banyak yang belum, kemana barang (narkoba) itu,” jelasnya.

Widodo mengaku serius dalam melakukan pemberantasan narkoba di Riau. Pihaknya akan melakukan pengawasan di darat dan laut.

“Kemana barang-barang itu, saya awasi betul,” kata Widodo.

Pemusnahan narkoba tersebut dilakukan di halaman Kantor Gubernur Riau, Kota Pekanbaru. Pemusnahan itu turut dihadiri perwakilan dari tiga unsur penegak hukum, TNI, BNN Riau serta instansi lainnya.

Polda Riau juga memusnahkan 7.500 lebih botol minuman keras ilegal, yang merupakan hasil pengungkapan Ditreskrimsus dan Polresta Pekanbaru.

Lima tersangka pemilik narkoba tersebut sebelumnya berhasil diciduk Ditresnarkoba dan jajaran sepanjang dua pekan terakhir.

Empat pelaku pertama yang berhasil dibekuk adalah tiga narapidana Lapas Klas IIA Bengkalis IN, SM dan SU berhasil ditangkap, berikut seorang kurir berinisial GP.

Selanjutnya KH seorang warga negara Malaysia serta dua warga Sumatera Barat MU dan IW. (ari)