Civitas Umri akan Proses Secara Hukum Pihak Penyegel Ruang Rektor

Pekanbaru (Nadariau.com) – Seribuan civitas akademika Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) berkumpul untuk menyatakan sikap untuk melawan pihak pihak yang tidak bertanggungjawab untuk mencemarkan nama baik kampusnya.

Civitas akademika Umri ini terdiri dari Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Umri Prof Isjoni dan anggota BPH Prof Sudirman bersama pengurus lainnya. Warek II dan Warek III, para dosen, karyawan, organisasi mahasiswa yang ada di Umri, komisariat IMM se Umri, serta mahasiswa Umri.

Sebagai bentuk protes, para civitas Umri membubuhkan tandatangan di sebuah spanduk. Hal ini suatu bentuk perlawanannya terhadap pihak pihak yang telah mencemarkan nama baik Umri, baru baru ini.

“Umri merupakan lembaga pendidikan yang didirikan oleh persyarikatan Muhammadiyah dan merupakan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang berfungsi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” tegas Mizan Asnawi, seorang dosen sebagai perwakilan civitas akademika Umri, di kampus Utama Umri, Kamis (13/12/2018).

Selanjutnya, dalam melakukan upaya tersebut, Umri secara intensif dan bersungguh sungguh melakukan pembinaan terhadap seluruh civitas akademika sesuai dengan nilai-nilai Al Islam Kemuhammadiyahan.

Oleh sebab itu dalam mengelola lembaga ini, Umri selalu melakukan sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku tanpa ada keinginan untuk melanggar peraturan yang ada.

Oleh sebab itu, menyikapi berbagai dinamika yang sedang dialami oleh kampus Umri yang dicintai ini, maka civitas Umri meminta kepada
pihak pihak tertentu yang menyebarkan pemberitaan pemberitaan negatif, membuat fitnah, serta stigma tidak baik yang dapat menjatuhkan dan merusak nama baik Umri, agar segera menghentikan tindakan tindakannya.

Karena tidak sesuai dengan etika dan nilai nilai Al Islam Kemuhammadiyahan.

Kemudian pihak pihak yang telah melakukan penyegelan terhadap ruang Rektor Umri dan yang telah mencemarkan nama baik Umri dengan menyebarkan informasi tidak benar, akan diproses secara hukum.

Berbagai surat (Tanpa identitas) yang pernah diedarkan dengan tudingan tudingan adanya pelanggaran dalam menjalankan kebijakan di Umri oleh pihak pihak tidak bertanggungjawab, civitas Umri menyatakan bahwa itu semua adalah fitnah yang sangat keji dan melanggar etika.

Bagi pihak pihak yang menginginkan untuk memberhentikan Rektor Umri secara sepihak, civitas Umri menyatakan bahwa hal tersebut adalah upaya upaya untuk menghancurkan Umri yang sangat bertentangan dengan peraturan.

Civitas akademika Umri siap membela, mempertahankan nama baik Umri dan melakukan perlawanan terhadap pihak pihak yang ingin menghancurkan Umri.

“Terkait hal hal yang telah terjadi, kami pastikan bahwa semua kegiatan perkuliahan dan kegiatan lainnya di Umri, tetap berjalan sebagaimana biasa,” jelas Mizan.

Sementara Ketua BPH Umri Prof Isjoni menegaskan bahwa ia akan mendukung sepenuh hati apa yang dilakukan civitas Umri. Karena pihak pihak yang memfitnah Umri telah menjatuhkan harkat dan martabat kampus yang dibangun oleh persyarikatan Kemuhammadiyahan.

“Mari kita bersatu untuk menghadapi segala rintangan yang dapat mencemarkan nama baik Umri. Akibat fitnah yang dilakukan oleh pihak pihak tidak bertanggung jawab dapat mempengaruhi pikiran jelek bagi mahasiswa mahasiswa di sini,” kata Prof Isjoni.

Hal senada juga dikatakan anggota BPH Prof Sudirman. Kemudian ia mengatakan, Umri berdiri tahun 2008. Pada saat itu fisik bangunan dan sarana prasarana apa adanya.

Namun sekarang, pimpinan sekarang (Rektor) telah menjadikan Umri memiliki gedung megah, jumlah mahasiswa yang sangat ramai, namun masih ada pihak pihak lain yang memintanya untuk mundur.

“Mari kita bersatu, karena cita cita kita akan menjadikan Umri menjadi kampus terkemuka di Pulau Sumatera. Dan hal itu sebentar lagi akan terwujud,” ajak Prof Sudirman. (ind)