Kepsek SDN 181 Bersama Warga Sekolah Siap Raih Adiwiyata Mandiri

Pekanbaru (Nadariau.com) – Adiwiyata Mandiri merupakan supermasi penghargaan tertinggi bagi sekolah berwawasan lingkungan.

Penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI ini pastilah selalu menjadi keinginan setiap sekolah. SDN 281 Pekanbaru pun bersiap siap meraih penghargaan tersebut 2019 ini.

Kepala SDN 181 Pekanbaru Raja Seatinis MPd mengatakan dirinya bersama warga sekolah baik guru, siswa dan orangtua telah siap mengantarkan sekolah yang dipimpinnya untuk meraih adiwiyata mandiri.

Sebelumnya tahun 2017 lalu, SDN 181 Pekanbaru sudah meraih adiwiyata nasional. Kini tahun 2019 mendatang dirinya bersama tim kembali bersiap siap meraih adiwiyata mandiri.

“Kendati berat untuk meraih adiwiyata mandiri namun dengan tekad dan semangat warga sekolah, saya optimis tahun 2019 ini kita bisa merebut adiwiyata mandiri,” kata Raja Seatinis, Sabtu (8/11/2018) di Pekanbaru.

Untuk meraih adiwiyata mandiri, kata kepala sekolah yang akrab disapa Raja, banyak persyaratan yang harus dilalui bagi sekolah yang ingin meraih adiwiyata mandiri salah satunya harus membina beberapa sekolah yang belum  meraih adiwiyata kota.

Selain itu, sekolah juga harus bisa menghasilkan produk apakah itu kompos dan produk olahan ramah lingkungan. Menyangkut dengan sekolah yang dibinanya, kata Raja, dirinya sudah melakukan penjajakan ke berapa sekolah yang berada dibawah gugus 9.

“Ya kita jajaki ada beberapa sekolah dibawah gugus 9 yang akan kita bina meraih adiwiyata tingkat kota. Karena syarat adiwiyata mandiri harus membina sekolah,” sebut Raja.

Ditambahkan Raja, tantangan yang berat dalam mewujudkan sekolah adiwiyata mandiri adalah masalah pendanaan yang diperlukan untuk meraih adiwayata mandiri.

Namun tatangan ini bisa diatasi secara bersama sama. Yang tak kalah penting adalah bagaimana membangun komitmen bersama warga sekolah guna mewujudkan adiwiyata mandiri.

“Kalau masalah pendanaan bisa kita siasati dan kita cari jalan keluarnya bersama sama. Namun bagaimana mambangun komitmen bersama baik sekolah, orangtua, ini yang penting,” katanya. (ind)