Pekanbaru (Nadariau.com) – Pemerintah Provinsi Riau, menetapkan status siaga banjir dan longsor mulai tanggal 30 November sampai 31 Desember 2018.
Ini bertujuan untuk mengoptimalkan penyaluran bantuan logistik serta bantuan sembako kepada korban yang terendam banjir di wilayah Provinsi Riau.
“Status banjir dan longsor resmi ditetapkan. Agar kita bersama-sama bisa menghadapi tingginya curah hujan satu bulan ke depan untuk mengoptimalkan membantu korban banjir,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Riau, Edward Sanger.
Selain menetapkan status siaga banjir dan longsor, untuk status siaga kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau sudah dicabut.
Karena, menurut Edward Sanger, selama tiga tahun ini Provinsi Riau (stekholder) sendiri berhasil mempertahankan status bebas asap.
“Selama tiga tahun ini kita yang tergabung Satgas Karhutla dan Stekholder bisa mempertahankan Riau dari asap. Muda-mudahan untuk tahun depan, Riau bisa berikan kontribusi baik untuk NKRI,” harap Edward.
Sejauh ini, sebelum ditetapkannya status siaga banjir dan longsor ada 5 Ke/Kota telah ditetapkan siaga dan tanggap daruratnya. Edward juga mengimbau kepada seluruh masyarakat yang tinggal di pinggir sungai agar lebih waspada.
“Untuk warga yang tidak jauh pemukimannya dari sungai harus lebih berhati-hati. Karena dengan curah hujannya yang cukup tinggi, sewaktu-waktu air dapat naik dan menyebabkan banjir,” imbaunya.
Selain itu, persediaan bantuan logiatik yang ada saat ini tidak dapat mencukupi (sedikit,red) semua permintaan wilayah yang terendam banjir. Untuk itu, upaya yang dilakukan saat ini meminta bantuan ke BNPB.
Sementara itu, informasi yang diterima bahwa, Kamis (29/11/2018) kemarin pintu air pada Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang telah ditutup kembali.
Dengan adanya penutupan bendungan PLTA ini, berarti debit air pada bendungan PLTA tersebut sudah kembali normal
“Insya allah Kampar aman. Kemarin itu, banjir bukan karena dibukanya pintu PLTA, tapi curah hujan yang cukup tinggi serta kurang berfungsinya drainase yang ada disana,” tutup Edwar yang pernah menjadi PLT Walikota Pekanbaru ini. (ind)


