Dua Perampok Pecah Kaca Pakai Senpi Meninggal Dunia

Pekanbaru (Nadariau.com) – Satuan Reserse Kriminal Polisi Resort Kota Pekanbaru berhasil mengungkap kasus pencurian bermodusan pecah kaca yang terjadi di Pekanbaru beberapa waktu lalu, Jumat (30/11/2018).

Hasilnya dalam pengungkapan ini, dua tersangka pencurian bermoduskan pecah kaca tersebut berujung di kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau.

“Dua tersangka ini terlibat kasus pecah kaca berinsial A dan Mr X (tanpa identitas-red). Dengan modus operandi diikuti dari bank. Kemudian saat parkir, kendaraan dipecahkan kacanya dan barang-barang didalam mobil diambil,” kata Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Susanto yang didampingi Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bimo Ariyanto, Jumat (30/11/2018).

Susanto menjelaskan, dari analisis kejadian pecah kaca yang terjadi di Kecamatan Payung Sekaki serta di depan Mesjid Agung Annur, Jumat (23/11/2018) kemarin, Polresta langsung membentuk tim.

“Dari analisis, kemudian dibentuk dari serse menjadi kring serse untuk disebarkan di beberapa tempat lokasi yang rawan. Kemudian kita melaksanakan pengamatan dan penyelidikan,” sambungnya.

“Dan pada hari ini, Jumat (30/11/2018) telah terjadi pencurian bermoduskan pecah kaca di Jalan Ikhlas, Payung Sekaki Pekanbaru. Korban diikuti dari Bank BRI jalan Nangka,” sambung Susanto.

Setelah berhasil melakukan pecah kaca, kedua pelaku langsung melarikan diri dengan menabrak mobil dan sempat mengeluarkan dua buah tembakan senjata rakitan agar warga tidak mendekat.

“Kemudian anggota melakukan tindakan tegas dan terukur. Kedua pelaku ini merupakan sindikat dari Bengkulu. Untuk barang bukti yang diamankan 1 buah sepeda motor Yamaha MX King, uang tunai Rp50 juta, dua senjata api rakitan serta tablet,” beber Susanto berbunga melati tiga ini.

Dari total pecah kaca yang dilakukan kedua tersangka di beberapa tempat seperti di Payung Sekaki, Kecamatan Lima Puluh dan Jalan Nangka mereka berhasil mengambil uang ratusan juga.

“Payung Sekaki tersangka mengambil uang Rp45 juta, didepan Mesjid Agung Annur Rp125 juta dan di Jalan Nangka Rp50 juta,” tutup Susanto. (ari)