Silat Lintau IX Koto Indonesia Tetap Berpegang Kepada Nilai Kearifan Tradisional dan Kembangkan Ilmu Spiritualitas

Pekanbaru (Nadariau.com) – Perkembangan Silat Lintau IX Koto Indonesia di bawah Tuan Guru Yance Widianto R, berkembang semakin pesat.

Karena, bukan hanya berkembang di Riau pada beberapa kabupaten, namun juga ke mancanegara seperti Malaysia dan Thailand.

Saat ini, Silat Lintau IX Koto Indonesia Komisariat Daerah (Komda) Riau bertempat di Alam Mayang, Pekanbaru.

Spiritualitas menjadi kunci bagi perkembangan Silat Lintau ini. Keanggotaannya pun berasal dari berbagai daerah, bahkan diminati oleh warga negara Thailand, Singapura, Myanmar dan Malaysia.

Hal ini sebagaimana arahan Ketua Umum Silat Lintau IX Koto Tuan Guru Riyono Gede Trisoko.

“Kok Jalan Sangajo Lalai, Samuik Tapijak Indak Mati. Angin Lalu Tabu Lalang, Alun Tataruang Patah Tigo”

Tuan Guru Yance menambahkan, sebenarnya, Silat Lintau IX Koto ini memiliki banyak aliran.

“Kita ambil namanya dari silat Lintau. Hal ini dapat terlihat dari materi, semisal materi Silat Tuo yang lebih mengarah kepada bela diri praktis. Baik kemampuan tangan kosong maupun senjata tajam,” ungkapnya.

Disampaikan Yance, Silat Lintau IX Koto Indonesia Riau saat ini memiliki anggota aktif 400 orang. Namun, sebutnya, telah berhasil mendidik generasi muda sebanyak hampir 3000 orang.

Filosofi Silat Lintau IX Koto, “Kok Jalan Sangajo lalai, Samuik Tapijak Indak Mati. Angin Lalu Tabu Lalang, Alun Tataruang Patah Tigo”.

Filosofi ini memiliki kedalaman makna dan memiliki arti agar tidak memiliki sifat sombong, pengendalian diri dan bersabar.

Jangan mentang-mentang kita belajar silat ada kesombongan pada diri. Sebaliknya, diperlukan pengendalian diri. Apapun penghinaan jangan direspon berlebihan, dan harus bersabar.

“Ini sebuah nilai kearifan tradisional yang perlu diketahui kalangan generasi muda,” ujarnya. (ind)