Banjir Inhu Telan Dua Orang Bocah Akibat Terseret Arus

Inhu (Nadariau.com) – Banjir yang telah melanda Kabupaten Inhu sejak satu minggu terakhir menelan korban. Dimana ada dua orang anak masih bocah terseret arus banjir, Sabtu (10/11/2018).

Korban tersebut yaitu bernama Dimas Bin Sugianto (8) bocah malang yang tewas tenggelam saat bermain air banjir luapan Sungai Indragiri pada Sabtu, 10 November 2018 petang.

Korban warga Dusun Mekar Sari RT008/RW004 Desa Kuantan Babu, Kecamatan Rengat ini ditemukan sudah tidak bernyawa saat berenang di tepian Sungai Indragiri.

Saat akan pergi berenang, korban didampingi ibu dan abangnya menuju ke lokasi tersebut, yang berada di Kelurahan Kampung Dagang, Kecamatan Rengat yang berjarak ratusan meter dari rumah korban.

Sebagaimana hal ini disampaikan Danramil 01/Rengat Kapten Inf Legimin melalui Babinsa Kelurahan Kampung Dagang Serka Sumarno, Sabtu 10 November 2018.

Kronologis peristiwa itu kata Sumarno, korban bersama ibu dan abang korban pergi dari rumah mereka menuju lokasi kejadian sekitar pukul 16.00 WIB untuk mandi-mandi.

Mereka bersama warga lainnya yang beramai-ramai mandi di tempat itu. Tempat mereka bermain air dan berenang itu cukup ramai oleh warga sekitar.

Banyak warga sekitar yang mandi-mandi disitu. Tempat mandi-mandi itu antara jalan aspal dengan bibir Sungai Indragiri berjarak sekitar 8 meter.

Abang korban karena pandai berenang sedikit ke arah bibir sungai. Sedangkan ibu korban masih didekat jalan aspal. Sekira 10 menit berselang korban tidak kelihatan lagi.

“Setelah mendapat laporan saya langsung ke TKP dan bersama-sama mencari korban. Kami sisir lokasi itu dan juga menyelam,” terang Sumarno.

Arus air di sekitar lokasi itu cukup deras. Setengah jam kemudian korban ditemukan tersangkut di batang pohon kelapa sawit yang ada didekat bibir sungai. Saat ditemukan korban sudah tidak bernyawa lagi.

Selanjutnya korban dibawa ke Klinik Medisra Rengat untuk dilakukan upaya medis. Karena keluarga korban tidak ingin dilakukan Visum Et Revertum (VER) lantas korban dibawa kembali ke rumah duka untuk di semayamkan.

“Korban dikebumikan di TPU Desa Kuantan Babu yang berjarak hanya beberapa ratus meter dari rumah korban,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang berhasil dirangkum media, korban kedua adalah warga Dusun Mekar Jaya, Desa Kuala Cenaku. Bocah berumur 11 bulan anak dari pasangan Reno Saputra (27) dan Syarifah Muti’ah (23) itu, ditemukan mengambang di samping rumahnya yang terendam air banjir dengan ketinggian sekitar 50 cm.

Kendati sempat dilarikan ke Puskesmas terdekat, namun nyawa bocah malang itu tidak berhasil diselamatkan. Kejadian itu dialami korban, Sabtu (10/11/2018) sekira pukul 11.30 WIB.

Dalam kesempatan ini Sumarno mengimbau kepada warga Rengat khususnya di Desa Kuantan Babu dan Kelurahan Kampung Dagang agar lebih ketat mengawasi anak-anaknya saat bermain di tepian sungai.

Yang mana, debit air Sungai Indragiri meluap hingga ke badan jalan dan airnya juga sedikit dalam, yang sangat berbahaya bagi anak-anak.

Debit air sungai yang meluap lumayan dalam di sekitar bibir sungai hingga ke jalan aspal dan airnya juga deras. Sangat berbahaya sekali jika anak-anak bermain atau mandi-mandi tanpa pengawasan orangtua maupun orang dewasa.

“Saya berharap kepada seluruh orang tua agar selalu mengawasi anak-anaknya selama musim banjir ini,” kata Sumarno berpesan. (dan)