Sejak September Sampai Oktober ada 19 Kasus DBD di Rohul

Rohul (Nadariau.com) – Berdasarkan data yang diterima oleh Dinas Kesehatan Rohul, sejak memasuki musim penghujan akhir 2018 mulai dari September sampai Oktober sedikitnya ada 19 kasus DBD yang terjadi di Rohul.

Kepala Dinas Kesehatan Rohul, dr Bambang melalui Sekretarisnya drg Septien Asmarwiati MKes membenarkan bahwa di Rohul terdapat 19 kasus DBD.

Dimana pada bulan September 2018 lalu sedikitnya ada 10 kasus DBD yang menyerang warga.

Sedangkan pada bulan Oktober ini sedikitnya ada 9 kasus pertama di Kecamatan Tambusai 3 kasus, Ujung Batu 3 kasus, Rambah 1 kasus dan Tandun 3 kasus.

“Dari 19 kasus DBD tersebut tiga orang diantaranya sempat mendapat perawatan di RSUD Pasir Pengarayan yang merupakan korban DBD dari Kecamatan Tambusai,” kata Septien.

Septien menjelaskan saat ini, perkembangbiakan nyamuk sangat cepat, untuk menjadi telur hanya dengan dua sampai tiga hari. Sedangkan dari telur menjadi jentik hanya butuh waktu delapan sampai sepuluh hari.

Kemudian dari jentik menjadi pompong hanya satu sampai dua hari, selanjut menjadi nyamuk, dua hari menjadi nyamuk langsung kawin lagi.

Langkah yang efektif untuk memberantas nyamuk sebenarnya bukan dengan fogging, karena fogging hanya mampu memberantas nyamuk dewasa. Sedangkan untuk jentik tidak akan mati.

“Cara yang paling ampuh untuk kita lakukan hanyalah melaksanakan Tiga M di lingkungan rumah masing masing. Yaitu Menutup, Menguras dan Menimbun,” himbau Septien. (tra)