Tolak Perencanaan Gedung 8 Lantai, Hearing DPRD Kampar Menuai Perdebatan

Kampar (Nadariau.com)– Aksi Unjuk Rasa (Unras) yang dilakukan Ikatan Pelajar Mahasiswa Kampar (IPMK) Pekanbaru, menuai perdebatan.

Banyak komentar yang dilontarkan oleh peserta hearing, diantaranya Mahasiswa dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kampar, Senin (5/11/2018).

Puluhan mahasiswa menolak akan dibangunnya Gedung 8 Lantai itu, menurut mereka kondisi Anggaran Pengeluaran Belanja Daerah (APBD) saat ini sedang kritis.

Seperti diungkapkan Ketua (IPMK), Octeza mngatakan pembagunan Gedung tersebut bukanlah hal yang menjadi Urgent oleh masyarakat, hanya sia-sia, kami minta dibatalkan saja, terangnya.

Rapat yang ditengahi Ketua (DPRD) Ahmad Fikri tersebut juga dihadiri oleh Sekda Kampar, Yusri.

Ahmad Fikri menyebutkan kawan-kawan di Banggar juga banyak yang mempertanyakan hal itu, apa yang mereka tanyakan sama, cuma cara penyampaian yang saja berbeda-beda.

“Sebelum kawan-kawan mahasiswa menyampaikan pertimbangan, kawan-kawan kita di Banggar juga sudah mempertimbangkan itu,” ujar Fikri.

Menurut pria yang kerap disapa Onga itu, Gedung 8 Lantai yang direncanakan Bupati, H. Azis Zainal itu hanya akan menghabiskan anggaran milliyaran rupiah.

Pernyataan berbeda disampaikan anggota Komisi 4 (DPRD) Kampar, Zulpan Azmi menanggapi perseoalan Urgensi yang dipermasalahkan mahasiswa masih debatebel.

“Kita sudah membahas semua aspek-aspek, baik itu legal formalnya, payung hukum, dan juga masalah tahapan-tahapan usulan secara teknis, saya rasa adek-adek tidak perlu meminta rasionalisasi dulu,” tuturnya.

Di sisi lain, Sahrul Aidi juga memberitahukan kepada peserta hearing bahwa opsi yang mereka berikan bukan 8 Lantai, cukup 4 Lantai saja.

Lagi pula kita sangat menyayangkan pada perencanaan yang strategis seperti ini kami tidak dilibatkan, cetusnya.

Sekretaris Daerah Kampar selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) meluruskan rencana pembangunan Gedung 8 Lantai adalah Gedung publik, maka pembangunannya harus dekat. Karena kalau di Komplek Perkantoran saat ini jauh, dan sulit dijangkau masyarakat.

“Pembangunan Gedung ini bukan kepentingan Bupati, tapi kepentingan masyarakat,” kata dia.

Di Disdukcapil, seluruh orang tua kita yang berurusan itu duduk di Lantai.

Dijelaskannya tentang kegunaan Gedung 8 Lantai tersebut untuk beberapa Satker terkait.

Kampar saat ini menggesah Pariwisata, dan untuk informasinya cari di sana.

Dua Lantai ini kegunaanya khusus untuk Disdukcapil, maka masyarakat nanti akan enak berurusan.

Satu Lantai akan digunakan untuk Dinas Kesehatan.

Satu Lantai akan kita gunakan untuk Aula.

Apalagi PTSP, gedungnya harus bergengsi dan representatif.

Selanjutnya juga akan dipergunakan untuk Perizinan.

Kita sangat berharap Kampar ini terbangun. Besok Kota Bangkinang sudah sampai ke Batu Belah jika ini selesai, tutup Yusri. *Dw