BPJS Kesehatan Sokong Sahabat Pintar JKN

Sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat di Stikes Hang Tuah.

Pekanbaru (Nadariau.com) – Lebih kurang 240 mahasiswa hadir memenuhi Aula STIKES Hangtuah mendengarkan informasi seputar Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang disampaikan oleh BPJS Kesehatan Cabang Pekanbaru.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Ketua STIKES Hangtuah Pekanbaru, Ketua Yayasan Hangtuah, Ketua Program Studi Kesehatan Masyarakat hingga Panitia Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) STIKES Hangtuah Pekanbaru. Mengusung tema

”Pembekalan Pengalaman Belajar Lapangan Mahasiswa Prodi Kesmas STIKES Hangtuah Pekanbaru Sebagai Sahabat Pintar JKN”, kegiatan ini berlangsung pada Kamis (04/10/2018).

Disampaikan oleh Alicia Ade Nursyafni, Kepala Bidang Perluasan Peserta dan Kepatuhan Cabang Pekanbaru bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membentuk sinergi antara BPJS Kesehatan dengan STIKES Hangtuah Pekanbaru dalam hal peningkatan rekrutmen peserta dan pemahaman masyarakat di wilayah Kabupaten Kampar sebagai tujuan PBL mahasiswa ini.

”Hal ini agar adik-adik mahasiswa yang akan PBL nanti mampu menjadi perpanjangan tangan dari BPJS Kesehatan dalam upaya memberikan informasi terkait Program JKN-KIS kepada masyarakat di sana. Karena itulah adik-adik ini menjadi Sahabat Pintar JKN. Yakni mahasiswa-mahasiswa yang dibekali informasi seputar Program JKN-KIS dan mampu meneruskan informasi ini kepada masyarakat yang belum terpapar,” terang Ade di sela-sela paparannya.

Ahmad Hanafi, Ketua STIKES Hangtuah Pekanbaru melihat memang masih belum meratanya informasi mengenai Program JKN-KIS ini khususnya di desa-desa.

Sehingga masih ada masyarakat yang belum menjadi peserta JKN, dikarenakan letak geografis yang jauh dari kanal pendaftaran.

”Saya senang karena BPJS Kesehatan melihat potensi ini. Karena memang sudah menjadi targetnya bagi mahasiswa-mahasiwa PBL ini terhadap desa-desa yang jauh. Karena ini bisa menjadi dedikasi mereka pula dalam mendukung program pemerintah khususnya di bidang Kesehatan Masyarakat,” ujar Ahmad.

Pihaknya juga berharap STIKES Hangtuah bisa menjadi pionir bagi perguruan tinggi lainnya untuk bersama-sama bersinergi mendukung Program JKN-KIS.

Mahasiswa memang agen perubahan. Tampak mereka begitu antusias terlibat tanya-jawab kepada pihak BPJS Kesehatan.

Tak hanya sebagai bekal mereka saat PBL, ini juga dapat menjadi pengetahuan bagi mereka sebagai mahasiswa jurusan Kesehatan Masyarakat. (ind)