Role Model TNBT dan Suku Talang Mamak Tanam Rotan Kelukup di zona tradisional

Inhu (Nadariau.com) – Role model Taman Nasional Bukit Tiga Puluh tahun 2018 adalah pengelolaan zona tradisional suku tradisional Talang Mamak.

Adapun sasaran role model adalah suku Talang Mamak yang secara administratif berada di Dusun Tualang, Desa Siambul, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Riau.

Komoditas Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang telah dikembangkan pada tahun 2017 adalah Rotan Kelukup, dimana masyarakat suku tradisional Talang Mamak giat melakukan pembibitan dan penanaman Rotan Kelukup di zona tradisional.

Pada tahun 2018, potensi HHBK yang akan dikembangkan adalah Lebah Madu Kelulut (Trigona sp).

Dari hasil identifikasi potensi wilayah, banyak ditemukan potensi Lebah Madu Kelulut di sekitaran pemukiman masyarakat dan memiliki peluang tinggi untuk dikembangkan.

Madu, merupakan salah satu produk HHBK unggulan yang memiliki banyak manfaat bagi manusia, di antaranya sebagai suplemen kesehatan, kecantikan, obat luka dan sebagai bahan baku dalam industri makanan dan minuman.

Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat suku Tradisional Talang Mamak, sasaran role model dalam mengembangkan Lebah Madu Hutan, maka dilakukan kegiatan peningkatan kapasitas kelompok masyarakat.

Tepatnya pada tanggal 17-19 September 2018 dilakukan kegiatan pelatihan Budidaya Lebah Madu Kelulut bertempat di Aula Serbaguna Kecamatan Batang Gansal.

Acara tersebut mengundang masyarakat suku tradisional Talang Mamak binaan TNBT yang tergabung dalam Kelompok Tani Hutan (KTH) Tualang Sejahtera dan Jelemu Bengayauan dengan total sebanyak 45 orang.

Peserta peningkatan kapasitas kelompok masyarakat merupakan masyarakat adat yang tinggal di zona tradisional TNBT terdiri dari 90 % dari suku Talang Mamak dan 10 % dari suku Melayu Tua.

Acara dibuka secara resmi oleh Plt Camat Batang Gansal Fitrilison dan didampingi oleh Kepala Balai TNBT yang diwakili oleh KSPTN Wil II Belilas.

Narasumber berasal dari Balai Penelitian Teknologi Serat Tanaman Hutan (BPTSTH) Kuok, Bangkinang.

Materi yang disampaikan meliputi Pengenalan Lebah Madu, dinamika kelompok, pengelolaan Lebah Madu yang berwawasan lestari, biologi.

Dan perilaku lebah madu, tanaman pakan lebah, peralatan budidaya lebah madu, cara mendapatkan bibit, pemeriksaan koloni, manajemen koloni dan panen dan pasca panen.

Sedangkan  untuk meningkatkan keterampilan kelompok dilakukan praktek pembuatan gelodog dan pembuatan kotak budidaya.

Mengingat sebagian besar peserta pelatihan tidak dapat membaca dan menulis, maka materi yang banyak diberikan adalah video, dimana secara visual dan audio mendukung untuk mempermudah penyerapan materi.

Suasana terasa hidup dan diskusi yang terbangun cukup aktif antara peserta dan narasumber.

Suasana semakin hidup tatkala masing-masing kelompok kecil saling berlomba dalam membuat gelodog dan kotak budidaya.

Door prize telah disediakan bagi kelompok yang paling cakap membuat gelodog dan kotak budidaya.

Balai TNBT berharap setelah kegiatan pelatihan ini, pengetahuan dan pemahaman kelompok masyarakat tradisional TNBT meningkat dalam hal budidaya Lebah Madu.

Pada tahap selanjutnya akan diserahkan bantuan ekonomi berupa 1 paket sarana dan prasarana pendukung budidaya Lebah Madu, baik koloni maupun alat pengelolaan pasca panen.

Dengan pengelolaan yang baik maka produksi madu dapat diperoleh secara cepat dan secara signifikan mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat tradisional suku Talang Mamak di TNBT.

Petugas penyuluh akan mendampingi secara intensif agar tujuan akhir role model tercapai dan KTH. Tualang Sejahtera mampu menjadi pedoman bagi kelompok tani lainnya binaan TNBT. (dan)