Dinas Kebersihan dan PUPR Pekanbaru Temukan Penyebab Pasar Dupa Sering Banjir

Pekanbaru (Nadariau.com) – Dinas Kebersihan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru menemukan penyebab Pasar Dupa sering banjir setiap hujan turun.

Diantaranya yaitu keberadaan tiang bangunan kios dan jembatan di dalam parit kawasan Pasar Dupa di Jalan Merpati, Kelurahan Tangkerang Tengah, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, diduga menjadi penyebab utama terjadinya banjir di kawasan itu ketika hujan turun.

Hal itu sesuai hasil tinjauan yang dilakukan Kepala Dinas Kebersihan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru Indra Pomi didampingi Kepala Bidang (Kabid) Pertamanan Edwar Riansyah, di Pasar Dupa, Senin (17/09/2018) sore.

Dalam tinjauan tersebut, Indra Pomi dan rombongan terlihat menyusuri aliran sungai atau drainase di sepanjang Pasar Dupa.

“Tengok, sangat banyak tiang bangunan di dalam parit, sehingga hujan turun, sampah nyangkut di tiang,” ujarnya sambil menunjuk tumpukan sampah di tiang bangunan.

Padahal, kata dia, sesuai aturannya tak dibenarkan membangun di pinggiran parit atau anak sungai apalagi tiang bangunan ditancapkan di dalam parit.

“Karena itu jelas melanggar daerah sempadan sungai, jadi tidak boleh,” tegas Indra.

Untuk mengatasinya, terang dia, Dinas PUPR segera menyurati pemilik bangunan, pengelola pasar dan pihak kelurahan setempat sebelum dilakukan penertiban.

“Intinya kita minta dibongkar,” ucapnya.

Di samping itu, sambung Indra, banjir juga diakibatkan kurangnya kesadaran warga dan pedagang membuang sampah pada tempatnya.

“Tapi malah membuangnya di dalam aliran sungai,” sesal dia.

Ke depannya, lanjut mantan Kepala Dinas PU Kabupaten Kampar ini, pihaknya akan bekerjasama dengan Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup (DLHK) Pekanbaru untuk memberikan sosialisasi tentang bahaya kerusakan lingkungan kepada warga dan pedagang di Pasar Dupa.

“Sehingga kita harapkan ke depannya tak ada lagi yang membuang sampah ke dalam aliran anak sungai,” tutupnya.  (ind)