Mahasiswa KKN Umri Tanam Tanaman Hidroponik di Rejosari

Pekanbaru (Nadariau.com) – Kampung Hidroponik di Kelurahan Rejosari, Pekanbaru Kelurahan Rejosari, Pekanbaru menjadi salah satu lokasi KKN mahasiswa-mahasiwi Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) yang dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dessy Mairita SIKom MIKom.

Mahaswiswa KKN dibawah bimbingan Dessy tersebut melakukan penanaman Hidroponik untuk kelurahan tersebut.

Hidroponik merupakan salah satu media tanam tanpa menggunakan tanah sebagai pertumbuhan tanaman.

Penanaman ini merupakan hal baru dalam dunia pertanian, namun banyak sekali masyarakat yang tidak mengetahui cara melakukannya dan apa keuntungannya.

Dengan menggunakan hidroponik, para petani akan dapat meningkatkan kualitas dan hasil produksi tanaman yang dapat di lakukan dengan menggunakan lahan sempit di perkotaan dengan media rumah kaca.

Untuk menghasilkan produksi tanaman yang baik dan juga melimpah, para petani harus memperhatikan faktor yang mempengaruhi kualitas dari tanaman yang salah satunya adalah tingkat kelembapan pada rumah kaca atau lainnya.

“Penanaman hidroponik merupakan program KKN dari mahasiwa-mahasiwi yang saya bimbing,” kata Dessy saat meninjau mahasiswa kelapangan, Senin (13/08/2018).

Tanaman yang menggunakan hidroponik dapat di tanam menggunakan pot atau wadah dengan menggunakan air atau bahan lainnya.

Hal ini berupa kerikil, pecahan genteng pasir, pecahan batu ambang dan lain sebagainya sebagai media penanaman, salah satunya menggunakan paralon.

Paralon-paralon ukuran empat meter menjulur rapi bersap-sap di pekarangan yang hanya berukuran sekitar 10×6 meter.

Paralon putih bersanding dengan beragam sayuran hijau menciptakan pemandangan yang kontras, indah sekaligus teduh di mata. Atap paranet membuat suhu menjadi sejuk.

Merawat tanaman hidroponik pun tak banyak menyita waktu. Setiap hari, ia hanya menyisihkan waktu antara setengah jam hingga satu jam di kebun.

Banyak sekali manfaat dari penanaman hidroponik ini, diantaranya, Tanaman lebih tahan dan kuat terhadap hama dan penyakit, Produksi tanaman lebih jauh lehih tinggi.

Kemudian Tanaman lebih cepat tumbuh dan berkembang, Pemupukan yang di gunakan lebih efektif dan efesien, Tanaman memberikan hasil yang kontiniu.

Selanjutnya Lebih mudah dalam perawatan dan juga tidak membutuhkan tenag lebih besar, Dapat di lakukan di tempat yang luas dan terbatas, Tanaman dapat tumbuh degan baik meskipun tidak semestinya di tanam.

Keuntungan ini memberikan hasil yang lebih memuaskan bagi para petani,sehingga para petani tidak akan mendapatkan kerugian yang besar dalam penanam tanaman.

Penanaman hidroponik di keluarahan rejosari akan panen dua minggu lagi.

Adapun tanaman yang ditanam adalah pakcoy, kangkung bambu dan masing banyak lagi.

“Saya berharap, program hidroponik yang dicanangkan mahasiwa KKN tersebut bisa memberi manfaat bagi kelurahan rejosari,” tutup Dessy. (pia)