Rohul (Nadariau.com) – Untuk meningkatkan standar perguruan tinggi Universitas Pasir Pengarayan (UPP) menggelar seminar nasional tahun 2018 yang dipusatkan di Mesjid Agung Islamic Center Rokan Hulu, hal ini dilakukan juga dalam meningkatkan kompetensi lokal untuk menghadapi revolusi industri.
Ratusan mahasiswa UPP dari berbagai fakultas mengikuti seminar nasional tahun 2018, dalam kegiatan seminar tersebut UPP menghadirkan Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (Aptesi) Budi Djat Miko dan Almirsak Tambunan Sekjen Asosiasi Dosen Indonesia (Adei) sebagai narasumber,
Tujuan kegiatan yaitu untuk memperkenalkan universitas pasir pengarayan kepada masyarakat luas. Karena kebedaraan UPP boleh dikatakan masih dalam lingkungan kampung yang berbeda dengan universitas lainnya yang berada di ibu kota seperti di kota Pekanbaru.
Dalam kegiatan tersebut UPP juga memberikan UPP Award kepada aktivis perempuan terbaik, kepala sekolah terbaik diraih Nurman Spd, kepala desa terbaik di raih Soegiono Sip.
Sementara aktifis perempuan terbaik ada 6 kata Hori,
1. Pejuang pendidikan diraih Sri Enisugiharti warga Desa Marga Mulia Kecamatan Rambah Samo.
- Seni dan budaya diraih Sri Hayati warga Desa Bonai Kecamatan Bonai Darusalam.
- Pejuang kesehatan ibu dan anak diraih Jayimah warga Desa Pasir Jaya Kecamatan Rambah Hilir. 4, pejuang ekonomi kemasyarakatan di raih nur asiyah desa pasir jaya kecamatan rambah hilir.
- Pejuang sosial ke semarakkan diraih Hj Hairani warga Desa Pasir Agung Desa Kecamatan Bangun Purba dan 6. Pejuang linkungan hidup diraih Ernita warga Desa Bukit Duku Kecamatan Ujung Batu.
Rektor UPP Adolf Bastian mengatakan, bahwa usia UPP saat ini masih tergolong muda, karena baru berusia sembilan tahun. Sehingga tahun ini UPP menggelar seminar nasional dengan tujuan untuk meningkatkan standar perguruan tinggi terutama UPP.
“Selain itu untuk meningkatkan kompetensi lokal dalam menghadapi revolusi industri dalam mematangkan ilmu dari UPP, dengan harapan tidak kalah saing dari universitas lainnya,” kata Adolf, Selasa (31/07/20180).
Sementara Ketua Yayasan Pembangunan Rohul Hafit Syukri mengatakan, tujuan dari seminar nasional untuk meningkatkan kompetensi lokal para dosen UPP dan termasuk para mahasiswa UPP yang saat ini dengan jumlah mahasiswanya lebih kurang 2000 mahasiswa.
Saat ini untuk digitalisasi telah merambah hingga ke pelosok desa jika para dosen tidak mengikuti alur digital tentu akan ketinggalan.
Dengan kegiatan seminar nasional tentu para dosen UPP lebih aktif dan kreatif dalam membetikan ilmu kepada mahasiswa UPP kedepan.
“Target UPP sendiri dalam kegiatan seminar nasional tentu hasil kelulusan dari mahasiswa nanti akan membuahkan hasil yang maksimal. Sehingga UPP tetap dipercaya oleh masyarakat Rohul  untuk melanjutkan pendidikan anaknya dijenjang perguruan tinggi,” tutup Hafit. (tra)


