Prihatin, Murid SDN 018 Siak Hulu Belajar dalam Kelas Berdinding Seng

Kampar (Nadariau.com) – Memprihatinkan murid SDN 018 Kecamatan Siak Hulu Kampar melaksanakan proses belajar mengajar di kelas berdinding seng.

Mungkin karena masih masa anak anak, mereka terlihat merasa enjoy-enjoi saja. Dimana seluruh murid tampak duduk yang rapi, belajar serius dan asik bermain disaat jam istirahat.

 

Namun yang merasa kasihan adalah sang tenaga pengajar. Karena guru tersebut tentu sudah mengerti bagaimana rasanya panas akibat pantulan cahaya Matahari dari dinding seng.

Selama ini seng yang menempel di dinding kelas belum ada yang jatuh. Sehingga sampai hari ini belum ada membahayakan bagi keselamatan murid di sekolah.

“Saya sedih melihat kondisi sekolah ini, saya perempuan dan saya juga seorang ibu. Terbayang sama saya apabila anak saya yang berada didalam ruangan kelas yang ditutupi seng itu, pasti panas dan juga akan membuat tidak konsentrasi mengikuti pelajaran yang diberikan guru pengajarnya,” kata Ernita dengan wajah sedih kepada Nadariau.com, Jumat (20/07/2018).

 

Ernita yang baru dua bulan menjabat Kepsek SDN 018 Siak Hulu menjelaskan, jumlah kelas yang berdinding seng ada 8 kelas.

Sebelumnya kelas tersebut merupakan bantuan pemerintah melalui program Ruang Kelas Baru (RKB) sebanyak dua tingkat. Dimana jumlah kelas dilantai satu ada 4 kelas dan lantai dua juga 4 kelas.

Namun pelaksanaan pembangunanya terhenti begitu saja, tanpa ada penjelasan yang jelas kepada pihak sekolah.

Akibat sekolah mengalami kekurangan kelas. Maka sekolah berinisiatif untuk mendinding RKB dengan seng.

Supaya RKB tersebut bisa dimanfaatkan untuk dijadikan ruang kelas. Agar seluruh murid di sekolah yang berada dilingkungan penduduk yang padat ini bisa melaksanakan proses belajar mengajar.

“Saya sangat berharap kepada Pemerintah Kabupaten Kampar supaya bisa segera menyelesaikan pembangunan RKB tersebut. Karena kasihan kita melihat murid dan guru didalam kelas. Sementara kami tidak ada pilihan lagi, karena kelas lain juga sudah penuh,” harap Ernita. (zul)