Bawa Mobil Curian, JF Ditahan Di Pos Pengamanan Mudik Lebaran.

Kampar (Nadariau.com)- Seorang pria, JF (21th) terpaksa ditahan oleh personil yang sedang bertugas di Pos Operasi Ketupat Jalan Rimbo Panjang, Kampar, Riau, Selasa (12/6/2018) malam. Petugas menduga mobil yang dikendarai warga Kualu Nenas tersebut adalah mobil curian.

Terkuaknya peristiwa ini berawal dari laporan M. Zein yang mengaku telah kehilangan 1 unit mobil Toyota Avanza dengan Nomor Polisi, BM 234 ZM miliknya di Masjid Nurul Iman, Desa Kampar, Kecamatan Kampa. Ketika itu ia memarkirkan mobilnya dan melakukan shalat Magrib.

Usai melaksanakan shalat, dirinya langsung keluar dari masjid menuju tempat parkir dan kaget karena melihat mobilnya di halaman masjid sudah lenyap, ungkap Kapolres Kampar, AKBP. Andri Ananta Yudhistira melalui Kapolsek Tambang, AKP. Handono.

Atas informasi dari korban, Kapolsek memerintahkan setiap Ka Pos Pam dijajaran Polres Kampar untuk melakukan pemantauan serta berpatroli.

Kemudian tiga orang anggota Pospam Rimbo Panjang, yaitu Bripka Indra Ridho, Brigadir Ahmadi dan Bripda Arif hidayat langsung bergerak melaksanakan patroli dengan kendaraan dinas mobil patroli, setiba dijalan raya Pekanbaru – Bangkinang tepat di depan SPBU Sei Pinang petugas patroli ini melihat tersangka JF sedang membawa mobil M. Zein.

Petugas langsung memutar arah dan melakukan pengejaran terhadap kendaraan tersebut, sesampai di jalur 2 tepatnya di depan rumah makan Pak Abbas, petugas berhasil membuntuti kendaraan tersebut namun pelaku memberikan lampu kode sain sebelah kiri dan memperlambat kendaraannya tapi tidak berhenti, tambah AKP. Handono.

Petugas patroli ini kemudian mendahului kendaraan yang dibawa pelaku dan berusaha memepetnya namun pelaku berupaya melarikan diri sehingga menabrak bemper belakang mobil patroli, saat itu juga petugas langsung turun dan memerintahkan pelaku untuk berhenti dan berhasil mengamankan pelaku beserta mobil yang dicurinya.

Tersangka dan barang bukti telah diamankan di Polsek Tambang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut, tutupnya.

 

 

DW