Polda Riau Berhasil Ungkap Kasus Ciber Crime dengan Modus Pesan Berhadiah

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Pol Gidion Arif Setiawan.

[divide]

Pekanbaru (Nadariau.com) – Jajaran Polda Riau melalui bidang Subdit II Direktorat Reserse Kriminal Khusus berhasil mengungkap tindak pidana penipuan dengan modus pesan berhadiah melalui Website, Sabtu (26/05/2018) lalu di Dusun I Lokolabatue, Kelurahan Ajibissue, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidenreng Rawang, Provinsi Sulawesi Selatan.

“Tersangka ini berinisial AS (21). Dirinya membuat tiga Website. Dengan korban satu orang di Riau,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Pol Gidion Arif Setiawan, Selasa (29/05/2018).

Untuk laporan yang sudah diterima Dit Reskrimsus Polda Riau yakni Benny, Kamis (19/04/2018). Saat itu korban mendapatkan pesan singkat dari M-Kios yang berisi tentang undian berhadiah.

Mendapatkan undian berhadiah, korban diduga langsung tergiur. Melihat korban yang sudah masuk dalam jebakannya, pelaku langsung mengarahkan untuk membuka website dengan alamat Www.Gebyarmkios.com.

Setelah membuka website yang disarankan pelaku, kemudian korban kembali diarahkan operator untuk menghubungi nomor seseorang.

Dan pelaku mengarahkan untuk mentransfer uang sebanyak Rp 500 ribu. Kemudian korban disuruh menghubungi nomor telepon kepala bagian pentransferan dana di BI.

Selain mengtransfer uang, pelaku juga menyuruh korban untuk mengirimkan nomor Kartu Keluarga beserta Kartu Tanda Penduduk. Tujuan meminta nomor KK dan KTP untuk mengisi identitas di setiap kartu yang digunakan.

Selain seorang tersangka, petugas juga mengamankan 23 modem dengan SIM Cardnya, 1 unit Laptop, beberapa unit Hp. Dalam SIM Card yang berisikan pulsa 2.000, pelaku mampu membroadcast pesan 1.900.

Buku rekening ini untuk menampung dana dari korban-korbannya. Rekening pelaku saat ini dalam penelusuran PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan).

Digion melanjutkan, dalam perkara penipuan ini, dirinya meyakini bukan hanya satu orang yang menjadi korban. Mungkin bisa banyak lagi.

“Untuk masyarakat yang mungkin pernah menjadi korban penipuan ini agar bisa melaporkan ke kantor polisi terdekat. Untuk tersangka dijerat Pasal 28 UUD 45 A Nomor 19 Tahun 2016 dengan ancaman 6 tahun penjara,” ujar Gidion. (ari)