Menag RI Buka Perkemahan Wirakarya Perguruan Tinggi Keagamaan XIV di UIN Suska Riau

Plt Gubri H Wan Thamrin Hasyim dampingi Menag RI hadiri Pembukaan kegiatan Perkemahan Wirakarya Perguruan Tinggi Keagamaan (PW-PTK XIV se-Indonesia, di Lap. Upacara UIN SUSKA Riau.

[divide]

Pekanbaru (Nadariau.com) – Menteri Agama (Menag) RI Lukman Hakim Syaifuddin buka acara Perkemahan Wirakarya Perguruan Tinggi Keagamaan XIV.

Kegiatan ini digelar 3-10 Mei di Bumi perkemahan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim II Riau.

Hadir juga pada kesempatan ini Dirjend Pendidikan Islam Kamaruddin Amin, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim, Bupati Kampar Azis Zainal, Rektor UIN Munzir Hitami, Asisten I Setdaprov Riau Ahmad Syah Harofie serta para senior pramuka yang hadir pada kesempatan ini.

Pembukaan ini, diantaranya ditandai tabur gendang dan pelepasan balon ke udara bersama Plt Gubri dan pejabat yang hadir. Selain itu, Menag juga berkesempatan melalukan pelepasan burung serindit dan jelatik dari sangkarnya.

Ada pun dalam amanatnya, Menag berharap melalui kegiatan ini diharapkan anggota pramuka dari berbagai perguruan tinggi agama se Indonesia dapat memanfaatkannya untuk menimba ilmu serta mengasah keterampilan dan pengalaman melalui kegiatan perkemahan wirakarya yang diselenggarakan di UIN ini.

“Saya bahagia bisa berhadapan dengan calon-calon pemimpin bangsa yang saat ini sedang berproses. Saya berharap, pramuka dari perguruan tinggi keagamaan untuk mengasah keterampilan dan pengalaman melalui kegiatan perkemahan wirakarya,” kata Menag RI, Kamis (03/05/2018).

Melalui pramuka, bisa ditunjukan kepada dunia negara kita negeri aman dan damai, tempat tinggalnya suku dan agama.

Kemudian, Menag juga menyampaikan kemampuan bangsa ini ke depan, sangat ditentukan sejauh mana kemampuan anak bangsa, termasuk anggota pramukan dari perguruan tinggi yang ada saat ini.

Selain itu, Menag juga mengulas soal adanya laporan dari Badan Intelegen Negara (BIN) yang menyebutkan 39 persen mahasiswa di Indonesia telah terindikasi terpapar paham radikalisme. Persoalan ini menurut Menag, jelas bukan kabar yang baik.

Karena seharusnya, kampus adalah tempat belajar menimba ilmu. Tempat mendidikan kemandirian menjadi ahlak yang beriman dan takwa.

“Mereka ingin menggantikan ideologi kita yang dibangun atas keberagaman suku dan agama tersebut. Karena itu, mari tebarkan budaya damai. Gunakan kesempatan ini, untuk membangun kemandirian yang baik, agar bisa saling memahami.Diharapkan dapat menjawab prolem kepemudaan,” ujar Menag lagi. (mcr/nrc)