Dandim 0302 Minta Umat Tak Terpancing Dengan ada Dugaan Isu SARA di Inhu

Dandim 0302/Inhu bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, Polres dan masyarakat menagadakan rakor terkait mengantisipasi isu SARA di Inhu.

[divide]

Inhu (Nadariau.com) – Dandim 0302/Inhu Letkol Arh Hendra Roza SIP meminta kepada umat beragama tidak terpancing dengan ada isu adu domba antar Suku, Agama dan Ras (SARA) di Kabupaten Inhu.

Letkol Hendra menegaskan akan mengambil langkah tegas terhadap pelaku yang sudah berusaha mengadu domba SARA di wilayah yang dipimpinya.

Baru baru ini ada Selebaran (buku) penistaan agama itu berjudul ‘Jangan Tertipu Tuhanku dan Upacara Ibadah Haji’ ditemukan didepan rumah warga pada Jum’at (30/3/2018) pagi sekitar pukul 05.15 WIB, tepatnya di Jalan Pattimura RT01/RW01 Desa Candi Rejo, Kecamatan Pasir Penyu.

Informasi yang dirangkum media diketahui, warga yang menemukan selebaran sesat itu Alinan Siahaan (50) warga Kelurahan Sekar Mawar, Kecamatan Pasir Penyu dan Jon (46) warga Desa Candi Rejo, Kecamatan Pasir Penyu.

Menurut Letkol Hendra, tindakan yang akan diambil berupa mengamankan buku-buku maupun selebaran yang ada ditangan masyarakat. Sehingga tidak dapat diperbanyak dan tidak dapat dibaca oleh orang-orang yang mudah terpengaruh.

Guna mengantisipasi terjadinya gangguan keamanan dan kenyamanan akibat buku atau selebaran yang berpotensi mengadu domba antar umat beragama serta memancing amarah masyarakat, TNI akan berkoordinasi dengan Polres Inhu dan Kemenag Inhu serta tokoh masyarakat Inhu.

Agar tidak ada masyarakat terprovokasi terhadap isu-isu SARA yang dikirimkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab tersebut.

“Saya sudah memerintahkan kepada para Babinsa dan Unit Intel Kodim 0302/Inhu dilapangan untuk pro aktif melihat perkembangan situasi dan sesegera mungkin melaporkan hal-hal urgent itu kepada saya,” kata Letkol Hendra.

Sementara Pasi Intel Kodim 0302/Inhu Kapten Inf Yunasri, Senin (02/04/2018) kepada media menyebutkan, kronologis penemuan selebaran sesat itu Jum’at (30/3/2018) pukul 05.30 WIB.

Dikatakannya, warga menemukan selebaran itu dibungkus dalam plastik dengan kondisi rapi dengan judul ‘Jangan Aku Tertipu Tuhanku’ dan Upacara Ibadah Haji Bersamaan’ yang dituliskan nomor seluler 081288864738.

Menurutnya, isi buku selebaran tersebut tidak sesuai dengan ajaran agama Islam.

“Dengan adanya selebaran buku upacara ibadah haji dan jangan tertipu tuhanku, telah meresahkan masyarakat. Sebab, isu dalam buku itu bersifat memancing masyarakat beragama Islam menjadi marah. Karena lebih cenderung bersifat mengadu domba antara agama yang satu dengan agama yang lain,” tegas Yunasri.

Sebelumnya, Kodim 0302/Inhu telah menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan Unsur Pimpinan Kecamatan (Upika) Pasir Penyu dan segenap unsur masyarakat Kecamatan Pasir Penyu, Kabupaten Inhu di kantor Kecamatan Pasir Penyu, Sabtu (31/03/2018) lalu.

Rapat tersebut membahas terkait persoalan selebaran (buku) penistaan agama yang ditemukan warga.

Dalam rapat pihak TNI telah mengambil satu tindakan dengan menggelar rapat koordinasi, menanggapi tentang isu SARA atau Hoax terkait selebaran gelap tersebut, diruang rapat kantor Kecamatan Pasir Penyu, Sabtu (31/03/2018) pada pukul 09.15 WIB.

Dijelaskan Yunasri, rapat koordinasi itu dihadiri Camat Pasir Penyu Bambang Indramawan, Kapolsek Pasir Penyu Kompol Dwi Kormal, Danramil 04 Pasir Penyu Kapten Inf Legimin, Kades/Lurah se-Kecamatan Pasir Penyu, Kepala KUA Pasir Penyu, MUI Pasir Penyu, FKUB Pasir Penyu, Pendeta dari semua gereja di Pasir Penyu, Babinsa se-Kecamatan Pasir Penyu dan Bhabinkamtibmas se-Kecamatan Pasir Penyu.

Dari hasil rakor, kata Yunasri, akan menyampaikan kepada pengurus mesjid dan gereja, untuk memberikan informasi agar jangan terpengaruh atau terpancing dengan selebaran sesat yang tidak bertanggung jawab, yang akan merusak kerukunan antar umat.

“Dalam waktu dekat kita juga akan membuat baliho untuk kebersamaan dalam cipta kerukunan umat beragama. Baliho akan dipasang ditempat-tempat umum atau dikantor camat dan kelurahan/desa se-Kecamatan Pasir Penyu,” jelas Yunasri.

Sementara Kapolres Inhu AKBP Arif Bastari SIK MH juga melakukan silaturrahmi dengan dua tokoh agama di Inhu, Senin (02/04/2018). Dua tokoh yang ditemui, yakni Ketua DPW Tanfidzi Front Pembela Islam (FPI) Inhu, Ali Fahmi Aziz dan Ketua Forum Kerukuranan Antar Umat Beragama (FKUB) Inhu, Lasmi Ismail.

Menurut Kapolres, dalam kunjungannya ke dua tokoh itu merupakan bentuk silaturrahmi serta mengajak bagaimana bersama-sama meredam isu yang saat ini tersebar pada masyarakat Inhu.

“Saya berharap dua pimpinan organisasi ini bisa menjadi jembatan untuk bersama-sama menciptakan kesejukan. Dan bisa bersama-sama untuk saling membantu dalam memecahkan permasalahan yang ada, terutama hal-hal yang bisa saja memecah belah umat,” tegas Kapolres. (dan)