Pertamina : Penyebab Minyak Naik Karena Penghasilan Dibawah Kebutuhan

Manager External Communication PT Pertamina (Persero) Arya Dwi Paramita

[divide]

Pekanbaru (Nadariau.com) – Manager External Communication PT Pertamina (Persero) Arya Dwi Paramita menjelaskan, secara nasional kebutuhan minyak 1,6 juta juta barel per hari.

Sementara negara hanya menghasilkan minyak tidaak sampai dengan sejumlah kebutuhan itu. Yakni hanya sepertiga dari kebutuhan per hari.

“Maka faktor ini merupakan salah satu penyebab naiknya harga minyak. Oleh sebab itulah sebabnya Indonesia tak lagi dikatakan negeri kaya minyak, kata Arya dalam pertemuan dengan awak media, di RM Pondok Patin M Yunus, Jalan Kaharuddin Nasution, Kamis (29/03/2018).

Untuk memenuhi kebutuhan minyak itu, Pertamina melakukan berbagai terobosan. Dengan mengembangkan sumber energi lain, seperti panas bumi.

Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi sumber daya alam berupa minyak dan gas bumi yang terus berkurang.

Dikatakan Arya, industri minyak membutuhkan kapital yang cukup tinggi dan gif teknologi.

Menurut dia, saat ini Indonesia bukan lagi negara produsen minyak. “Karena produksi minyak kita sudah lebih kecil dari kebutuhan,” ucapnya.

Kemudian Indonesia merupakan negara terunik di dunia dalam pengelolaan minyak. Karena kondisi yang berpulau-pulau.

Hal ini disamping kondisi geografis dan infrastruktur yang masih cukup berat dan komplek dalam pendistribusiannya. (bud)

 58 total views