Perguruan Tinggi Belum Terakreditasi Mei 2018, Tidak Boleh Mewisuda

Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Indonesia Riau, berfoto bersama dengan Koordinator Kopertis X Prof Dr Herry di Unilak.

Pekanbaru (Nadariau.com) – Koordinator Kopertis X Prof Dr Herry menegaskan, perguruan tinggi yang belum terakreditasi hingga bulan Mei 2018, maka tidak dibenarkan untuk menggelar wisuda. Aturan ini sudah dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia.

Untuk itu Kopertis X mendorong perguruan tinggi untuk terakreditasi secepatannya. Di Kopertis X belum ada PT yang akreditasi A, sebagian besar baru B.

“Sementara saat ini masyarakat sudah cerdas dan mengerti tentang akreditas. Mereka pasti akan memilih perguruan tinggi yang berkualitas,” kata Herry saat menjadi pembicara dalam Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Indonesia Riau, Jum’at (19/01/2018).

Prof Dr Herry dihadapan para pimpinan perguruan tinggi menekankan informasi tentang perkembangan perguruan tinggi di Indonesia, khususnya di wiyalah kopertis X.

Dimasa depan persaingan  kopertis bukan lagi pada masing-masing universitas di Indonesia. Tetapi dengan masuknya perguruan tinggi luar negeri ke Indonesia dan ini sudah ada dasar hukumnya.

Dosen juga berperan dalam  meningaktan mutu pendidikan perguruan tinggi mari berpacu diri untuk itu. Herry menambahkan di wilayah Kopertis X ada sekitar 249 perguruan tinggi sebagian besar sudah akreditasi.

“Untuk  menghadapi itu caranya adalah dengan meningkatkan kualitas pendidikan mutu dimasing-masing Universitas,” ujar Herry,  yang juga memberi materi bagi para dosen Unilak.

Sementara Rektor Unilak Dr Hj Hasnati dalam sambutannya mengatakan, dalam pertemuan ini kita memanfaatkan momen saat  Prof Dr Herry hadir di  Pekanbaru disela-sela mengisi materi di Unilak dengan menggelar pertemuan dengan para rektor perguruan tinggi swasta yang ada di Riau.

“Pertemuan ini menjadi penting untuk mengupgrade segala informasi, yang terkait dengan pekembangan perguruan tinggi di wilayah Kopertis X. Oleh sebab itu mari manfaatkan kegiatan ini sebaik mungkin untuk menambah ilmu dan meningkatkan pengetahuan tentang perkembangan perguruan tinggi kedepan,” kata Hasnati.

Peserta tergabung dalam Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Indonesia Riau ini membicarakan perkembangan perguruan tinggi di Indonesia. Khususnya di wilayah Kopertis X yaitu Provinsi Riau, Sumbar, Jambi dan Kepulauan Riau.

Bertempat di Aula gedung Pustaka Unilak, beberapa pimpinan yang hadir diantaranya Pejabat Universitas Islam Riau, Rektor Universitas Lancang Kuning Dr Hasnati, Rektor Universitas Abdul Rab, Rektor Universitas Pasir Pangaraian, Rektor Universitas Muhammadiyah Riau.

Dari Unilak sebagai tuan rumah hadir Wakil Rektor I Dr Junaidi, wakil rektor II Ermina Sari STP MSC, Wakil Rektor III Dr Eddy Asnawi MHum, jajaran dekan dan dosen di Unilak.

Dalam acara pertemuan dengan Koordinator Kopertis X ini dilakukan dengan diskusi dan tanya jawab yang di moderatori oleh Dr Junaidi. Acara yang berlangsung lebih dari tiga jam ini dilaksanakan dengan suasana kekeluargaan dan di akhiri dengan foto bersama. (wid)