Tokoh Muda Riau Awali Tahun baru 2018 Dengan Doa dan Zikir bersama OKP

Tokoh Muda Riau Diska Resha Putra

Pekanbaru (Nadariau.com) – Diska Resha Putra, yang merupakan Tokoh Muda Riau mengawali tahun 2018 dengan mengadakan doa dan zikir,  bersama Organisasi Kepemudaan (OKP) se Riau.

Selain doa dan zikir, kegiatan awal tahun ini juga melakukan diskusi bersama OKP di Jalan Cipta Karya, Panam Pekanbaru, Selasa (02/01/2018) malam. Diantara OKP yang hadir yaitu, PMII, IMM, HMI, GMNI, KAMMI, GMKI, PMKRI, GMP, SAPMA PP dan OKP lainya.

Diska Cucu Buya Salasa Siregar yang merupakan mantan anggota MPR (s) tersebut menyampaikan, untuk kegiatan tahun baru ini ia lebih senang melaksakan tujuan kegiatan doa dan zikir bersama. Agar di tahun baru 2018 tersebut bisa diberi rahmat oleh Allah SWT, jauh lebih baik dari tahun sebelumnya.

“Melalui doa bersama diharapkan bisa mengeratkan komunikasi dan silaturahmi semua elemen Lintas OKP se Riau. Makanya sekarang kita berkumpul di sini,”  jelasnya Diska yang dikenal dengan DRP.

Pada kesempatan ini tampak para pemuda bisa menyambut momen pergantian tahun itu dengan suasana gembira, namun tetap sejuk, damai dan tidak berlebih-lebihan.

Karena momentum pergantian tahun dapat dijadikan sebagai introspeksi diri untuk membuat perubahan lebih baik tahun 2018. Baik dari sistem perekonomian, pembangunan, pendidikan, kesehatan dan lain-lain.

bisa lebih menunjang dan ada perubahan signifikan yg dirasakan jauh lebih baik untuk masyarakat merata, pendidikan yg dirasakan semua elemen masyrakat, dan terutama bersam berdaulat adil dan makmur bersatu kembali pada bhineka tunggal ika,

“Pemuda harus bisa menjadi garda perubahan kemajuan dan pemersatu bangsa. Sebab bangsa ini perlu pemuda selaku penerus bangsa menjadi pemimpin bangsa,” kata DRP.

Ketua Panitia kegiatan Amri T Hasibuan mengaku sangat senang dan bangga dengan terealisasinya acara ini. Karena dengan persatuan para pemuda, Insya Allah akan memberikan suatu gebrakan yang baru bagi daerah Riau.

Sebagaimana yang sudah sama-sama diketahui, bahwa Riau mempunyai kekayaan SDA yang luar biasa, tapi SDM sangat rendah. Hal ini yang akan menjadi PR bagi para pemuda, untuk mengembangkan SDM masyarakat kedepan.

“Khususnya masyarakat Riau, pemuda dan mahasiswa diharapkan dapat mendukung segala bentuk kebijakan-kebijakan pemerintah. Kemudian membuat tindakan-tindakan yang akan meningkatkan kualitas SDM,” kata Amri.

Hal senada juga disampaikan oleh Ali dari GMI. Ia menjelaskan ada 3 tugas pokok mahasiswa, yaitu tugas akademik, sosial dan tugas politik.

Ketiga hal ini harus singkron didalam tubuh mahasiswa. Tetapi maknanya mahasiswa bukan berarti harus ikut dalam politik praktis, namun dapat menentukan arah politik yang baik untuk memajukan suatu bangsa dan Negara.

“Dalam artian mahasiswa dan pemuda harus peka terhadap hal-hal seperti politik. Sebab politik tidak boleh diabaikan, supaya dapat menyatukan pemuda, meningkatkan pembangunan dan memajukan daerah,” kata Ali. (ind)