Fikom UMRI Gelar Kuliah Umum ‘Kehumasan’

UMRI menyelenggarakan Kuliah Umum pengetahuan Kehumasan pemerintah, khususnya dilingkup KLHK.
Pekanbaru (Nadariau.com) – Untuk mendapatkan pengetahuan Kehumasan pemerintah, khususnya dilingkup Kementrian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK), Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menyelenggarakan Kuliah Umum Kehumasan pada Jum’at (15/12/2017).
Kuliah umum dengan tema ‘Humas Pemerintah, Membangun citra dan Mempertahankan Reputasi’ ini dilaksanakan di aula lantai 3 gedung KH Ahmad Dahlan Kampus II Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru.
Sebagai narasumber, Ir Djati Witjaksono Hadi MSc selaku Kepala Biro Humas KLHK dan dihadiri Rektor UMRI Dr H Mubarak MSi, Wakil Rektor II Bakaruddin MM, Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sumatera Amral Ferry, Kehumasan Balai Besar KSDA Riau dan para dosen Fakultas Ilmu Komunikasi serta sekitar 300 lebih mahasiswa.
Para peserta sangat antusias mengikuti jalannya kuliah umum, hal ini ditunjukkan dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada narasumber. Baik dari sisi ilmu Kehumasan sendiri maupun dari sisi isu-isu lingkungan hidup dan kehutanan yang sedang berkembang saat ini.
Ketua panitia pelaksana M Tazri MA mengatakan, tujuan digelarnya kuliah umum ini adalah untuk memberikan pemahaman atau gambaran akademik secara langsung. Bagaimana sebenarnya praktisi Humas bekerja.
Dipilihnya narasumber Kepala Biro Humas KLKH menurut Tazri, karena dinamika komukasi Kehumasan pada Kementrian dapat menjadi pembelajaran.
Selain itu, sebagai satu-satunya program studi Humas menurut Tazri, program studi ini harus kaya akan khazanah kegiatan akademis seperti ini.
“Saya kira banyak persoalan terkait isu lingkungan hidup dan kehutanan yang terjadi dapat menjadi pelajaran bagi kita semua” imbuh Tazri.
Hal senada disampaikan Wakil Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Jayus SSos MIKom. Ia mengatakan penanganan isu-isu dan dinamika lingkungan hidup dan Kehutanan yang terjadi di Provinsi Riau tentu tidak mudah.
Tentu diperlukan penanganan yang baik dan terpadu. Bagamaimana menyampaikan dan mengelola informasi ini kepada publik.
“Sebagai contoh bencana kabut asap yang terjadi di Riau pada 2015 lalu. Persoalan dengan koporasi terkait kehutanan dan persoalan lain terkait lingkungan hidup tentu penanganan komunikasi kehumasannya tidak mudah,” kata Jayus.
Sementara Rektor Umri Dr H Mubarak MSi, menyambut baik dilaksanakannya kuliah umum ini. Diharapkan mahasiswa mendapatkan pencerahan terkait isu ini.
“Saya sangat senang atas dilaksanakannya kuliah umum ini yang tentunya akan memberikan wawasan baru bagi mahasiswa pada tataran praktis dari pihak KLHK,” kata Mubara.
Selain itu, Mubarak berharap untuk kedepanya akan terjalin hubungan yang baik antara Umri dan KLHK. Rektor juga mengucapkan terimakasih atas kedatangan Kabiro Humas KLHK. Semoga kerja sama seperti ini dapat terus berlangsung.
“Kami ada merencanakan tahun 2018 akan menyelelenggarakan International Conference. Untuk itu kami ingin Menteri KLHK dapat menjadi Keynote Speaker pada kegiatan tersebut,” ujar Mubarak.
Dalam pemaparannya Kepala Biro Humas KLHK, Djati Witjaksono menjelaskan menjadi Humas pemerintah itu harus kreatif dan innovatif. Terlebih saat ini era digital seperti Sosmed dan lain-lain.
Ia mencontohkan, untuk publikasi pihaknya secara cepat memperpaharui berita-berita terkait kegiatan dan kebijakan kementrian dalam waktu yang sangat singkat.
Setiap dilakasanakannya kegiatan, paling lambat dua jam beritanya harus terbit.  Hal lainnya adalah penggunaan Vlog sebagai salah satu sarana kampanye Humas.
“Bahwa sebagai Humas harus terbuka terkait informasi kepada publik, mengenai program dan kinerja yang sedang dan akan dilakukan, melalui website yang dikelola Pejabat Pengelola Informasi Dokumentasi KLHK,” kata Djati. (yus)