Peserta Dauroh Kunjungi Tempat Pembuatan Kiswah dan Museum Kota Mekkah

Pejabat Pembuatan Kiswah Syech Badar Biet sedang menjelaskan pembuatan kiswah kepada para peserta Dauroh tokoh Indonesia. Ft;Dedi Iskamto/Arab Saudi

Madinah (Nadariau.com)  – Para peserta Dauroh tokoh Indonesia mengunjungi museum-museum, baik yang ada di Kota Madinah maupun Mekkah, Kamis (08/02/2017). Para peserta Dauroh tokoh Indonesia juga mengunjungi museum pembuatan kiswah, kain yang digunakan untuk  menutup kabah dan Museum sejarah Kota Mekkah. Acara ini dipandu langsung oleh Syech Abdurrahman Al Quesi selaku pengarah Dauroh dari Universitas Islam Madinah. Selain itu juga didampingi mahasiswa Indonesia di Universitas Islam Madinah (UIM) Arif  yang juga Ketua PPI Madinah.

Sebagai guide, dari pihak museum ditunjuk Syech Badar Biet, seorang pemuda tinggi berwajah tampan dan ramah. Dijelaskan oleh Bandar Biet, kain penutup ada dua jenis yakni hijau dan hitam. Yang hijau diganti dengan masa tidak tertentu, sedangkan yang hitam diganti setiap tahun. Pergantian sendiri dilakukan setiap tanggal 10 Zulhijah saat jamaah wukuf di Arafah. Kiswah sendiri dibuat di Saudi Arabia dengan bahan baku benang sutera terbaik yang hanya dipersiapkan untuk kiswah yang didatangkan dari Italia.

Untuk kaligrafi dikerjakan secara manual dengan tangan dan benang yang dicelupkan ke emas murni. Penulis kaligrafi kiswah adalah almarhum Syech Abdurohim Amin yang namanya diabadikan di kain kiswah. Total biaya  yang dibutuhkan RSA 20-23 juta real atau sekitar Rp74 miliar. Berat keseluruhan kiswah adalah 670 kilogram.

Kiswah yang lama  akan disimpan oleh pihak kerajaan dan akan diberikan sebagai suvenir kepada tamu agung kerajaan. Kabah sendiri dibungks dengan kiswah sejak tahun 1.037 Masehi. Selain ke museum dan pembuatan kiswah para peserta Dauroh diajak keliling ke museum Mekkah. Dimana para peserta diperlihatkan perjalanan Kota Mekkah, khususnya Masjidil Haram mulai dari dari masa Nabi Muhammad SAW hingga sekarang.

Dijelaskan juga, ada kebiasaan mengganti pintu kabah seiring pergantian para Raja Saudi Arabia.

Salah satu peserta Dauroh Dr Kasful Anwar yang juga Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Jambi mengatakan, kegiatan mengunjungi museum ini sangat bermanfaat bagi peserta. Karena dapat menambah pengetahuan khususnya tentang budaya Islam di Arab Saudi.

“Dengan mengunjungi museum, kita akan melihat gambaran masa lalu, bagaimana umat Islam sebelumnya bersikap terhadap zaman dan kita diharapkan dapat mengambil pelajaran dari setiap kejadian masa lalu,” ujar Kasful.

Kasful sendiri adalah salah satu dari 24 peserta Dauroh yang diadakan Universitas Islam Madinah. (dei)