Editor:Ari Batara | Sabtu, 13 Januari 2018 Pukul 08:11:13 Wib,

Profesor Korea Selatan Kagum dengan Padusi Minangkabau

,
Profesor Korea Selatan Kagum dengan Padusi Minangkabau Keterangan Foto: Prof. Eje Kim, PhD dari Seoul University Korea Selatan
Bukit Tinggi, (Nadariau.com) - Seorang tokoh perempuan di Korea Selatan, Prof. Eje Kim, PhD dari Seoul University Korea Selatan ternyata merasa kagum dengan kebudayaan Minangkabau bahwa "Padusi Minangkabau merupakan Perempuan Terkuat di Dunia," bahkan lebih kuat dibandingkan perempuan Inggris, yang sebelumnya Eje Kim telah melakukan penelitian di beberapa negara.
 
Dari dasar itulah Ikatan Kartini Profesional Indonesia (Ikapri) mengundang Eje Kim sebagai nara sumber pembicara Seminar Nasional Budaya, Kamis (11/1/2018) di Gedung Triarga Istana Bung Hatta Bukittinggi, dengan mengusung tema "Padusi (Perempuan) Minangkabau di Mata Dunia", seminar itupun dalam rangka menyambut Ulang Tahun Ikatan Kartini Profesional Indonesia (Ikapri) yang pertama.seperti yang di lansir dari minangkabau news.com
 
Selain Eje Kim, sebagai pemateri lainnya adalah Ketua Bundo Kanduang Provinsi Sumatera Barat, Prof. Puti Reno Raudhah Thaib dan Ketua Ikatan Wanita Kurai Bukittinggi, Zulzetri, MPd. dan dihadiri Wakil Walikota Bukittinggi, H.Irwandi, Ketua Ikapri Bukittinggi, Emalinda Chaidir, serta anggota Ikapri Bukittinggi dan undangan.
 
Dalam kesempatan itu, Ketua Ikapri Bukittinggi, Emalinda Chaidir melaporkan IKAPRI merupakan organisasi perempuan yang mewadahi berbagai profesi perempuan. Ikapri sengaja mengangkatkan tema Padusi Minangkabau dimata dunia sebagai bakti kepada anak nagari, untuk memperjelas dan mempertegas bagaimana seharusnya seorang padusi minang itu.
 
"Seminar ini berangkat dari penelitian yang dilakukan Prof. Eje Kim, bahwa Padusi Minangkabau merupakan Perempuan Terkuat di Dunia, bahkan lebih kuat dibandingkan perempuan Inggris," jelasnya.
 
Dalam pertemuan itu, Eje Kim menjelaskan, dari penelitiannya, ia menilai perempuan Minang adalah perempuan tangguh, salah satu idolanya, Rohana Kudus.
 
"I love Minangkabau, I love Bukittinggi and my idol is Rohana Kudus (saya cinta Minangkabau, Saya cinta Bukittinggi dan idola saya Rohana Kudus)," ungkapnya.
 
Kecintaanya terhadap Minangkabau dan Bukittinggi itu telah dituangkannya dalam sebuah buku. Kemudian kedepan akan dilanjutkan dengan tulisan terkait kuliner, seperti kopi Bukit Apik dan nasi kapau. Hal ini tentu akan lebih mengenalkan Bukittinggi dan Minangkabau di mata dunia. Sehingga akan berdampak pada tingkat kunjungan ke kota wisata.
 
Sementara itu Wakil Walikota Bukittinggi, H.Irwandi mengaku tertarik dengan tema yang diangkat dalam seminar hari ini. Minangkabau memang mengedepankan peran seorang Bundo Kanduang, tidak saja sebagai ibu rumah tangga, pendidik anak dan juga penopang kehidupan rumah tangga dengan segala profesi yang ada.
 
"Karena itu peran perempuan sangat perlu diapresiasi. Karena mayoritas penggerak ekonomi adalah kaum perempuan. Peran Perempuan di Minangkabau sudah mendapat tempat. Nampak beberapa posisi eselon dijabat perempuan di Bukittinggi," ujarnya.
 
Selain itu, lanjut Irwandi, Pemko juga telah mengonsep kota yang ramah terhadap kesetaraan gender. "Contohnya sudah ada parkir syariah, dimana telah ada tempat parkir khusus untuk perempua," ungkap Wawako.
 
Selanjutnya perjalanan Eje Kim dilanjutkan dengan pertemuan silaturrahmi dengan kepala daerah yang diwakili Asisten 1 Sekertaris Kota Bukittinggi, Noverdi, di ruang kerja Wakil Walikota.(jim)

Akses nadariau.com Via Mobile m.nadariau.com
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA