Editor:Indra Jaya | Jumat, 12 Januari 2018 Pukul 21:16:32 Wib,

Perpani Riau Tahun 2018

Evaluasi dan Uji Tanding Persiapan Pra-PON dan Popnas 2019

,
Evaluasi dan Uji Tanding Persiapan Pra-PON dan Popnas 2019 Keterangan Foto: Pelatih PPLP dan Perpani Riau, Muslim

 

Pekanbaru (Nadariau.com) - Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Provinsi Riau mengagendakan pada tahun 2018, sebagai evaluasi dan uji tanding dalam persiapan Pra-PON maupun Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2019 mendatang.

Evaluasi dan uji tanding Seperti antara lain mengikuti Kejuaraan antar  Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) di Provinsi Lampung. Akan diikuti 6 atlet,  Kejuran Nasional (Kejurnas) Umum di Banten-Semarang.

Kejurnas ini dilaksanakan pada bulan September 2018. Sementara Open Turnamen meliputi,  Surabaya Open, Jakarta Open, Jogja Open serta Bali Open.

"Disini nanti kita akan dapat melihat langsung sejauh mana kemampuan atlet saat tanding. Perlu diketahui, untuk pelaksanaan  seleksi  menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua nanti sangat ketat. Serta tidak akan mengurangi atlet yang ada," kata Pelatih PPLP dan  Perpani Riau Muslim, Jum’at (12/01/2018).

Mengenai target khusus buat Pra-PON, diusahakan lolos semua nomor yang diikuti. Sementara untuk Popnas, tentunya akan memperbaiki kegagalan dimusim 2017 kemarin.

"Iya, saya akan mencoba itu semua dan tentu harapannya dapat didukung oleh pihak yang berkompoten dalam meraih sebuah prestasi," paparnya sambil menyelesaikan papan sandaran panah hasil karyanya sendiri.

Disisi lain, untuk meningkatkan minat bagi yang hobi panahan prestasi, ia membuka metode pendidikan dasar dan pengajaran. Dengan nama  Muslim Archery School, berlamat di Jalan Cipta Karya, Gang Limbat Kecamatan Tampan Pekanbaru.

Metode pendidikan dasar dan pengajaran panahan tingkat dasar dibatasi hanya 5 orang saja.

Menurut Pelatih yang sudah mengantongi sertifikasi tingkat Internasional cabang olahraga Panahan ini, agar ilmu dan sistim memanah yang baik dan benar dapat dikuasai apa bila hanya 5 orang saja.

"Namun saya meyakini, kalau lebih dari 5 orang sangat sulit dalam penyerapan ilmu memanah yang baik dan benar",terangnya.

Pengakuannya, sistim pendidikan dasar dan pengajaran cara memanah yang baik dan benar sudah berjalan minggu ke-3 dan hasilnya sangat memuaskan.

"Mudah-mudahan sistim ini terus berkembang dan untuk kedepanya. Baik Provinsi maupun daerah tidak susah-susah lagi mencari atlet berbakat. Karena pendidikan ini boleh diikuti dari mana saja," pungkasnya. (lia)


Akses nadariau.com Via Mobile m.nadariau.com
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA