Editor:Indra Jaya | Ahad, 07 Januari 2018 Pukul 13:29:13 Wib,

Diduga Tipu Jemaah

Pemilik Travel Umroh Pentha Wisata Ditetapkan Tersangka

,
Pemilik Travel Umroh Pentha Wisata Ditetapkan Tersangka Keterangan Foto: Reskrimum Polda Riau segel Travel Pentha Wisata.

Pekanbaru (Nadariau.com) - Diduga telah banyak menipu jemaah umroh ke Tanah Suci Makkah, Kantor Pentha Wisata Jalan Panda, Kecamatan Sukajadi Pekanbaru, akhirnya di segel oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Riau.

Dalam kasus dugaan penipuan ini, Polda Riau sudah menetapkan satu orang tersangka, yaitu pemilik Travel Pentha Wisata M Yusuf Johansyah.

"Tersangka diduga telah melakukan penipuan hingga miliaran rupiah dari pendaftaran calon jemaah umroh dan haji khusus," kata Kasubdit I Direktorat Reskrimum Polda Riau AKBP Hardian Pratama, kemarin.

Jamaah yang sudah mendaftar di Travel Pentha Wisata ini ada sekitar 700 orang yang gagal berangkat umroh. Sementara uang jemaah tidak dikembalikan oleh tersangka. Atas perbuatannya itu, Johan dilaporkan ke Polda Riau, pada akhir bulan September 2017.

Baru baru ini, Tim Reskrimum Polda Riau telah memasang garis polisi line dikantor tersebut. Kemudian polisi melakukan penggeledahan didalam kantor.

Polisi menyita seluruh berkas dokumen, hingga perlengkapan untuk umrah, kain Ihram, baju seragam, tas travel, mukena dan lain-lain. Barang barang ini dijadikan sebagai barang bukti dalam pemeriksaan tersangka di Reskrimum Polda Riau.

Dalam penggeledahan yang dilaksanakan pada Kamis (04/01/2017) kemarin, Polda Riau menurunkan mobil Inafis (Indonesia Automatic Fingerprint Identification System) untuk mengidentifikasi tempat kejadian perkara.

"Pada kasus ini, kita baru menetapkan satu orang tersangka. Sekarang kita sedang melakukan penyidikan dan pengembangan terhadap kasus dugaan penipuan ini," kata Hardian.

Seperti pemberitaan sebelumnya, dulu Travel Pentha Wisata bernama Travel Madinah. Pemilik Travel Madinah adalah perusahaan milik orang Bandung. Karena Travel Madinah tersandung masalah, maka travelnya ditutup

Sementara Perwakilan di Pekanbaru adalah Johan. Karena merasa sudah memiliki pelanggan jemaah, maka tersangka mendirikan perusahaan Travel Pentha Wisata.

Berkat selama ini pemberangkatan sesuai jadwal. Apalagi setiap berangkat jemaahnya bisa satu pesawat, karena tergabung diseluruh Indonesia. Maka jemaah yang sudah pernah berangkat merasa puas.

Karena merasa puas, maka jemaahnya mengajak sanak saudara untuk pergi umroh melalui travel tersebut. Namun karena sudah bertukar merek dan pengelola, akhirnya disini banyak calon jemaah tertipu.

Diduga sebelumnya, segala pengurusan administrasi dan keberangkatan jemaah dilakukan oleh Travel Madinah. Sementara Johan ada sipencari calon jemaah.

Namun setelah mendirikan perusahaan, tersangka tidak tau atau tak mengerti dengan pengurusan administrasi dan tata cara pemberangkatan calon jemaah. Sehingga selalu gagal dan gagal, akibatnya jemaah tidak bisa berangkat umroh. (ari/ind)


Akses nadariau.com Via Mobile m.nadariau.com
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA