Editor:Indra Jaya | Jumat, 22 Desember 2017 Pukul 14:54:35 Wib,

Dosen Demo Rektor

Miris Pendapatan Rp330 M, Diduga Rektor UIN Tidak Mau Bayar Tunjangan Dosen

,
Miris Pendapatan Rp330 M, Diduga Rektor UIN Tidak Mau Bayar Tunjangan Dosen Keterangan Foto: Ratusan dosen mendemo Rektor UIN, karena tidak dibayarkan tunjangan kinerja hingga puluhan bulan.

 

Pekanbaru (Nadariau.com) - UIN Suska Riau merupakan  Perguruan Tinggi Keagamaan  Negeri, bervisi menjadi world class university,  berstatus Badan Layanan Umum (BLU)  Penuh.

Satu tahun Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP)  sebesar sekitar Rp133 milyar, yang berasal dari SPP mahasiswa pertahun. Maka total anggaran pendapatan sekitar lebih dari Rp330 milyar pertahun.

Tetapi kenapa Rektor UIN Suska Riau,  Prof Dr H Munzir Hitami MA tidak mau mengambil kebijakkan membayarkan tunjangan dosen hingga puluhan bulan.

Atas perlakuan Rektorat UIN ini, ratusan dosen menggelar aksi demo di ruang rektorat UIN Riau pada, Jum’at (22/12/2017). Aksiter sebut dipimpin langsung oleh Dr Iskandar Arnel, Ketua ADI UIN Suska Riau.

Sebab para dosen sudah mensinyalir ada terjadinya pemborosan anggaran oleh oknum-oknum tertentu. Sehingga, meski pendapatan tinggi dari biaya SPP mahasiswa dan bantuan instansi pemerintah dan swasta, tetapi uangnya tidak ada.

Saat ini UIN Suska Riau memiliki jumlah dosen lebih dari 600 orang dan pegawai (tenaga kependidikan) sebanyak lebih dari 400 orang. Jumlah tenaga honorer (non PNS)  yang lebih besar dibanding jumlah PNS.

“Para dosen juga menuntut dilakukan audit investigatif  keuangan terutama penggunaan dana Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). Serta dana Persatuan Orang Tua Mahasiswa (Potma) yang tidak jelas pertanggungjawabannya,” kata Iskandar dalam orasinya.

Iskandar menjelaskan, aksi ini dipicu oleh berlarut-larut dan belum dibayarnya tunjangan kinerja dosen untuk 22 bulan dan sertifikasi dosen non PNS selama  9 bulan.

Maka pada hari ini diambil kesepakatan untuk diadakan Demonstrasi dosen Universitas Islam Negeri (UIN)  Sultan Syarif Kasim Riau yang dikoordinir langsung oleh Asosiasi Dosen Indonesia (ADI)  UIN Suska Riau.

Aksi demonstrasi akhirnya dipilih karena hasil dari  dialog konstruktif yang sudah dilakukan berkali-kali. Ternyata tidak dilaksanakan dengan baik oleh pihak rektorat.

Tunjangan kinerja yang dijanjikan segera dibayar ternyata belum juga direalisasikan. Bahkan jumlah realiasi yang dijanjikan semakin mengecil. Hanya untuk pembayaran 2 bulan.

Jadi sekarang dalam pernyataan sikapnya, para dosen menuntut, pertama segera direalisasikan tunjangan kinerja dosen PNS yang terhutang 22 bulan. Dan pembayaran ini telah diperintahkan oleh Kementerian Agama RI.

Kedua segera dibayarkan tunjangan sertifikasi dosen non PNS yang terhutang selama 9 bulan.

Ketiga menjalankan implementasi kebijakan remunerasi yang sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku dan sesuai dengan prinsip prinsip profesionalisme dan berkeadilan.

Empat profesionalisme menajemen organisasi kampus.  Lima merotasi pegawai, terutama bagian keuangan yang tidak pernah di rotasi. Sehingga rawan penyimpangan dengan pegawai yang sesuai kualifikasi.

Enam ada transparansi tata kelola keuangan, penganggaran dan optimalisasi penggunaan anggaran UIN.  Tujuh perbaiki kinerja pelayanan kampus. Dan delapan pemenuhan sarana dan prasarana akademik agar lebih memadai.

“Kami ingin pernyataan sikap ini direalisasikan oleh pihak rektorat. Supaya tata kelola keuangan dan perkembangan kampus jauh lebih baik dari sebelumnya,” tegas Iskandar.

Sementara aksi dosen ini langsung ditemui oleh Wakil Rektor II UIN Suska Riau, Akhyar. Ia menyampaikan bahwa Rektor UIN Munzir Hitami sekarang tidak berada ditempat, karena sedang mengajar di Pasca Sarjana. Jadi Akhyar menyampaikan maafnya kepada para pendemo.

Terkait tunggakan pembayaran tunjangan kinerja para dosen PNS dan non PNS, pihaknya akan segera membayarkan. Paling lambat besok hari. Jadi para dosen diharapkan bersabar untuk menerima tunjangan tersebut.

“Para dosen harus bersabar, besok pihak rektorat akan mencairkan dan membayarkan tunjangan kinerja para dosen dalam waktu dekat ini,” kata Akhyar dengan wajah serius. (wid) 


Akses nadariau.com Via Mobile m.nadariau.com
BERITA TERKAIT
  • Gubri Paparkan Potensi Wisata di Riau
    Ahad, 19 Maret 2017 - 10:56:29
    Lantik Pengurus IPR-Yogyakarta

    Gubri Paparkan Potensi Wisata di Riau

    Pekanbaru (nadariau) - Pada pelantikan pengurus Ikatan Pelajar Riau (IPR)-Yogyakarta, Gubernur Riau (Gubri) H Arsyadjuliandi Rachman memaparkan.
  • Gubri: Kemendikbud Bersiap Lakukan Reformasi Pendidikan Nasional
    Selasa, 02 Mei 2017 - 20:23:51
    Pada Tataran Konseptual dan Manajerial

    Gubri: Kemendikbud Bersiap Lakukan Reformasi Pendidikan Nasional

    Pekanbaru (nadariau.com) - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersiap melakukan reformasi pendidikan nasional, baik pada tataran konseptual .
  • KKG SD Inti 14 Banglas Halal Bi Halal di Disdikbud
    Kamis, 13 Juli 2017 - 17:40:20

    KKG SD Inti 14 Banglas Halal Bi Halal di Disdikbud

    Meranti (nadariau.com) - Kelompok Kerja Guru (KKG) SD inti 14 Banglas mengikuti kegiatan Halal Bi Halal, yang ditaja oleh Dinas Pendidikan dan .
  • SMAN 12 Pekanbaru Dipilih Pelaksana Sistem AKSI di Indonesia
    Rabu, 06 September 2017 - 19:03:05
    Dari 68 Sekolah

    SMAN 12 Pekanbaru Dipilih Pelaksana Sistem AKSI di Indonesia

    Pekanbaru (nadariau.com) - SMAN 12 Pekanbaru dipilih sebagai tempat pelaksanaan ujian sistem Assessment Kompetensi Siswa Indonesia (AKSI). Seko.
  • Mahasiswa Fisika UMRI Berbagi Dengan Pasien Kelas III
    Jumat, 16 Juni 2017 - 17:01:18
    Patut Dicontoh

    Mahasiswa Fisika UMRI Berbagi Dengan Pasien Kelas III

    Pekanbaru (nadariau.com) - Setiap orang tua pasti bangga memiliki anaknya yang masih dibangku kuliah bisa kreatif dan dapat membantu meringanka.
  • 2.550 Mahasiswa Coblos di 7 TPS
    Ahad, 12 Februari 2017 - 23:30:47
    Pemilihan Presiden dan Wapres BEM UPP Periode 2017-2018

    2.550 Mahasiswa Coblos di 7 TPS

    Rokan Hulu (nadariau) - Sebanyak 2.550 orang mahasiswa Universitas Pasir Pengaraian (UPP) mengikuti pemilihan presiden dan wakil presiden (wapr.
BERITA LAINNYA