Editor:Indra Jaya | Sabtu, 09 Desember 2017 Pukul 10:25:13 Wib,

Tiga Fotografer Riau Juara Pada Lomba Foto Crossborder Tourism Kemenpar

,
Tiga Fotografer Riau Juara Pada Lomba Foto Crossborder Tourism Kemenpar Keterangan Foto: Riang anggoro seorang wartawan dari Antara, juara ke-3, foto Bono Surf, Kabupaten Palalawan, pada lomba foto oto crossborder tourism Kemenpar.
 
 
Jakarta (Nadariau.com) - Tiga fotorgrafer Provinsi Riau juara pada lomba foto crossborder tourism Kementrian Pariwisata (Kemenpar) RI. Pengumuman pemenang digelar pada, Jum'at (08/12/2017).
 
Kegiatan lomba foto Festival Crossborder Indonesia itu, dilaksanakan melalui media sosial instagram. Diikuti oleh ribuan warganet (Netizen) dari berbagai daerah di Nusantara. Berlangsung dari tanggal 23 Oktober sampai tanggal 25 November 2017 pukul 24.00 WIB.
 
Adapun dua kategori yang menjadi persyaratan lomba foto tersebut yaitu, kategori Lanskap/Objek Wisata dan iven pariwisata di wilayah crossborder (perbatasan) negara tetangga.
 
Terpilih sebagai juara untuk kategori Lanskap/Objek Wisata, juara ke-1, foto Taman Nasional Lorentz, Papua karya @thaibchaidar, Juara ke-2, foto Taman Nasional Lorents, Papua, karya  @arfanimujib, dan Juara ke-3, foto Bono Surf, Kabupaten Palalawan, Provinsi Riau karya @rian.is.robot.
 
Untuk kategori Iven pariwisata, juara pertama diraih oleh akun Instagram @dedsut yang menampilkan karya  foto Bakar Tongkang Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau.
 
Juara ke-dua foto tradisi ritual nyobeng Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat karya @sofyanephoto dan Juara ke-tiga diraih oleh @fadlisuandi dengan karya foto Sampan Leper Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau.
 
Menteri Pariwisata (Menpar) RI, Arief Yahya, sesuai acara penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba foto di Jakata, Jum'at (08/12/2017), mengucapkan selamat kepada para peserta yang meraih juara pada kegiatan itu.
 
"Selamat kepada pemenang semoga dengan adanya kegiatan ini dapat mendorong seluruh stake holder untuk membantu kegiatan promosi dan pembangunan pariwisata di kawasan perbatasan menjadi lebih kreatif," kata Menpar Arief Yahya.
 
Menpar Arief Yahya menjelaskan, sebuah destinasi atau daya tarik wisata harus instagram-able, sesuai dengan generasi millenials jaman now. Maka para stakeholders, khususnya pemerintah daerah harus merencanakan pembangunannya dengan baik, memenuhi ekspektasi customer-nya.
 
"Maka muncul istilah destinasi digital, yang tentunya dapat dikenal dan dipromosikan dengan baik melalui digital media, oleh para Generasi Pesona Indonesia (GenPi)," ujar ujar pria asli Banyuwangi, Arif Yahya.
 
Menanggapi hal ini Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Riau Fahmizal, juga menyampaikan terimakasih kepada Kementerian Pariwisata serta mengucapkan selamat, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para seluruh pemenang dan khususnya Fotografer asal Riau, yang telah berpartisipasi dan menjadi juara. 
 
Dirinya menegaskan, melalui lomba foto yang digelar oleh Kementerian Pariwisata itu, dapat membantu pariwisata Riau menyapa dunia.
 
"Terimakasih kepada para fotografer Riau, Dedy Sutisna, Rian Anggoro dan Fedli Suandi. Semoga karya-karyanya semakin mendunia, sehingga objek wisata dan iven pariwisata diperhitungkan oleh para wisatawan mancanegara untuk datang ke provinsi Riau," kata Kadispar Riau, Fahmizal.
 
Fahmizal menyampaikan, menurut data dari Kementerian Pariwisata, 250 juta penduduk Indonesia, 63 juta terkoneksi dengan internet aktif dan 95 persen di antaranya memiliki akun media sosial. Kini media sosial yang sangat digandrungi di dunia adalah media sosial Instagram. Saat ini khususnya bagi anak muda, Faktanya, ada sekiatr 400 juta pengguna Instagram di dunia.
 
Di Indonesia, 97 persen pengguna Instagram menulis komentar dan menandai teman-temannya dengan fitur Like, pertumbuhannya sebanyak 14 juta akun. Selain itu, 85 persen pengguna instagram di Indonesia juga membuat link akunnya ke platform media sosial lainnya, seperti Facebook, Path, dan Twitter dan 89 persen instagrammers adalah anak-anak muda 18-35 tahun.
 
"Jadi lomba foto Crossborder yang dilakukan oleh Kemenpar sudah sangat tepat untuk membantu promosi pariwisata di Indonesia khususnya di daerah perbatasan," jelas Kadispar Riau, Fahmizal.
 
Peraih Juara 1 lomba foto Crossborder Tourism pada kategori Iven pariwisata, Dedy Sutisna, mengungkapkan Riau memiliki potensi yang besar dalam mengembangkan Iven dan destinasi wisata crossborder, karena wilayahnya berbatasan langsung negara jiran Malaysia yang berada pada jalur strategis internasional Selat Malaka.
 
"Kami berharap hasil karya dari Fotografer asal Riau yang menjuarai Lomba foto ini dapat dipromosikan lebih giat lagi oleh pihak Kemenpar, sehingga tingkat kunjungan wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia khusunya Riau, dapat lebih tinggi lagi dibanding sebelumnya," ungkap Dedi, pemilik akun Instagram @dedsut.
 
Berbeda dengan Dedy Sutisna, Fotografer yang juga asal Riau peraih juara ke-3, kategori objek wisata crossborder, Rian Anggoro, mengatakan dirinya berharap kuat kepada pihak Kemenpar agar mendorong pihak swasta khususnya perusahaan travel dan telekomunikasi.
 
"Guna meningkatkan promosi melalu media digital, Kemenpar juga harus mendorong pihak swasta khusunya dibidang Telekomunikasi agar meningkatkan infrastruktur BTS dengan kapasitas 3G bahkan 4G di setiap destinasi wisata," kata Rian Anggoro pemilik akun Instagram @rian.is.robot.
 
"Perusahaan Telekomunikasi bisa juga menggandeng pihak travel agen untuk menggelar lomba foto baik itu pada Iven pariwisata atau di Destinasi wisata. Biarpun ke tempat wisata penuh perjuangan, tapi kalau sudah sampai bisa langsung selfie dan posting foto di medsos itu keren banget," kata Rian Anggoro, yang saat ini profesinya sebagai pekerja jurnalistik di kantor berita Antara. (nrc)

Akses nadariau.com Via Mobile m.nadariau.com
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA