Editor:Indra Jaya | Ahad, 23 Juli 2017 Pukul 13:01:46 Wib,

Ketua DPRD Riau Sangat Apresiasi Perkembangan UMRI

,
Ketua DPRD Riau Sangat Apresiasi Perkembangan UMRI Keterangan Foto: Indra Jaya
 
 
Penulis: Indra Jaya / Nadariau.com
 
Pekanbaru (nadariau.com) - Perkembangan pembenahan Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), sangat diakui oleh berbagai pihak. Karena sangat jarang sebuah universitas yang bisa berkembang pesar dalam waktu singkat.
 
Ketua DPRD Provinsi Riau, Septina Primawati mengaku, perkembangan sebuah universitas memang tergantung kepada pemimpinnya. Dimana jiwa kepemimpinan, kecerdasan, pengaturan manajemen, administrasi maupun kedisiplinan dan komunikasi secara interen dan eksteren harus dimiliki oleh seorang pemimpin tersebut.
 
Sehingga semua program bisa berjalan sesuai dengan perencanaan. Sebab jika pemimpin tidak memiliki jiwa kepemimpinan, sudah pasti semua perencanaan dan peraturan yang dibuat tidak akan berjalan dengan baik.
 
Septina mengatakan, perkembangan UMRI sangat dirasakan sejak empat tahun terakhir. Kebetulan sejak UMRI berada dibawah kepemimpinan Rektor UMRI, Dr H Mubarak MSi.
 
Awalnya, UMRI memiliki sekitar 13 Program Studi (Prodi), yang terakreditasi C. Sementara Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) UMRI adalah C. Saat itu, umur UMRI baru sekitar enam tahun.
 
Tetapi setelah Dr Mubarak memimpin menggantikan mantan Rektor UMRI, Prof Dr M Diah Z MEd, yang sudah almarhum, maka perkembangannya sangat dirasakan jauh berkembang.
 
Dimana, 13 Prodi tersebut sudah terakreditasi B plus (B bintang) dan AIPT UMRI juga sudah B plus. Sementara sekarang diumur UMRI yang sudah sembilan tahun, jumlah Prodinya sudah bertambah menjadi 20.
 
Padahal peningkatan akreditasi sangat membutuhkan perjuangan berat, persiapan sarana dan prasana lengkap. Serta manajemen yang bagus. Termasuk jumlah dosen yang cukup.
 
Alhasil, seluruh persyaran peningkatan akreditasi bisa dipenuhi selama tiga tahun. Kalau seperti ini, diperkirakan sekitar tahun 2020, AIPT UMRI sudah bisa menjadi akreditasi A.
 
Selain soal Prodi, tetapi kampus UMRI sudah berkembang menjadi dua tempat. Pertama kampus induk di Jalan KH Ahmad Dahlan Pekanbaru dan kampus dua di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru. Termasuk asset UMRI sudah lebih dari Rp200 miliar.
 
Septina juga mengaku sudah pernah datang menghadiri salah satu kegiatan dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) UMRI ke sembilan tahun 2017. Ia melihat jumlah mahasiswa sangat ramai. Kemudian dari sisi penyajian kegiatan, mahasiswanya tampak benar-benar berkarakter bagus.
 
Karakter itu, tentu tercermin berkat lingkungan kampus. Jika karakter mahasiswa tidak baik, sudah tentu lingkungan kampusnya juga buruk. Tetapi karakter tutur kata mahasiswa UMRI terlihat sangat santun, disiplin, berkualitas dan memiliki banyak kreatifitas.
 
Dengan keberadaan UMRI, Septina merasa bangga. Karena UMRI bisa menjadi tempat menimba ilmu bagi mahasiswa Riau maupun luar Riau yang sudah memiliki kualitas setara dengan universitas terkemuka di Indonesia.
 
Maka, diharapkan kepada masyarakat Riau, lebih baik memiliki universitas lokal, seperti UMRI daripada mencari universitas jauh keluar daerah. Sebab UMRI, pertama, kualitasnya sudah teruji, mampu membentuk karakter anak dengan baik, lulusan UMRI sudah banyak bekerja dilingkungan pemerintahan dan dekat dari pengawasan orang tua.
 
Kepada UMRI Septina meminta, sebagai lembaga harapan masyarakat Riau, agar terus berbenah dan mengembangkan diri. Supaya anak yang menimba ilmu disana bisa memiliki etika baik, berkarakter, santun dan berkualitas unggul.
 
Karena sudah dipastikan, tamatan UMRI akan diterima stakeholder, baik di Riau maupun diluar dengan tangan terbuka. Karena mereka sudah memiliki kualitas sesuai dengan yang diharapkan lembaga tersebut.
 
Septina bercerita, ternyata dulu waktu masih menjadi mahasiswa, ia sama satu kampus dengan Dr Mubarak. Kemudian ketika sebagai dosen di Universitas Riau (UR) beliau juga sama-sama mengajar disana.
 
Tetapi fakultasnya berbeda. Septina mengajar di Fakultas Ekonomi, sedangkan Mubarak mengajar di Fakultas Pertanian. Karena jurusan dan fakultas berbeda, maka ia tidak pernah satu kelompok diskusi dan ataupun sama-sama melaksanakan satu program kampus.
 
Meski tidak pernah dekat, namun kemampuan pemikiran, keseriusan, kegigihan, semangat tinggi dan kedisiplinan Mubarak sudah diketahuinya sejak masa duduk dibangku perkuliahan dulu, sampai sama-sama mengajar menjadi dosen.
 
Kemudian sekitar tahun 2003, Septina tidak aktif mengajar sebagai dosen. Karena pindah ikut suaminya Rusli Zainal ke Kabupaten Indragiri Hilir. Karena Rusli Zainal terpilih menjadi Bupati Indragiri Hilir, Riau. 
 
Setelah itu, sekitar tahun 2004, Rusli Zainal juga terpilih menjadi Gubernur Riau selama dua periode, yaitu periode 2004-2014. Maka Septina melakukan proses mengajar mengajar sudah tidak aktif seperti sebelumnya di kampus. Apalagi tahun 2014 ia juga terpilih menjadi Anggota Legislatif di lembaga DPRD Provinsi Riau.
 
Walaupun tidak aktif dikampus, Septina tetap memantau perkembangan kampus dan perguruan tinggi. Karena sudah memiliki darah akademis, tentu Septina sangat senang dengan perkembangan yang terjadi di institusi perguruan tinggi tersebut.
 
Apalagi saat mendengar Dr Mubarak memimpin dan bisa membawa UMRI memiliki perkembangan menonjol diantara institusi perguruan tinggi di Indonesia, khususnya di Provinsi Riau, sudah tentu ia sangat bangga dan senang.
 
Karena Septina yakin, Mubarak memiliki jiwa kepemimpinan yang sangat baik, bisa berorganisasi dan bisa menjalin kerjasama dengan pihak interen maupun eksteren. Sebab beliau sangat pandai dalam bertutur kata, sehingga bisa menyakinkan pihak mitra kerjasama.
 
Disamping itu, setiap kerjasama yang sudah terjalin, selalu berjalan dengan baik. Sehingga mitra kerja samanya tidak kecewa. Baik itu, bantuan dari pemerintah terkait penggunaan bantuan hibah ke perguruan tinggi dan pemberian beasiswa untuk mahasiswa tidak mampu, dapat terlaksana tepat sasaran. 
 
Termasuk kerjasama antara kampus dengan perusahaan juga terlaksana dengan baik. Sebab mahasiswa yang dimagangkan maupun yang diterima bekerja setelah tamat, berdasarkan informasi yang diterimanya belum ada yang mengecewakan.
 
Mudah-mudahan dibawah kepemimpinan beliau, diharapkan bisa memberikan harapan terhadap masyarakat. Dan dapat menjadi tempat para anak untuk melanjutkan pendidikan kejenjang lebih tinggi dari sebelumnya. Amin...

 


Akses nadariau.com Via Mobile m.nadariau.com
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA