Editor:admin | Ahad, 09 April 2017 Pukul 19:04:31 Wib,

Fotografer Yurnaldi Temukan Serangga Terunik dan Tercantik di Dunia

,
Fotografer Yurnaldi Temukan Serangga Terunik dan Tercantik di Dunia Keterangan Foto:
 
 
Penulis: Yurnaldi 
Editor : Indra
 
Padang - Siang itu, seusai istirahat dan nimum kawa daun, di Puncak Kawa Nagari Pariangan, Kabupaten Tanahdatar,  seorang fotografer asyik dan serius dengan subyek foto yang ada di depan matanya. Dia memotret dalam jarak yang relatif dekat. Rupanya, subyek foto yang dia temukan adalah satu dari enam serangga terunik di dunia dan tercantik, yaitu kumbang emas.
 
Wartawan Utama dan Fotografer Yurnaldi dan istri, Rozalina, saat berkunjung dan berburu foto ke Pariangan. (Foto dok Yurnaldi)

Fotografer itu, ternyata, Yurnaldi. Wartawan senior dan fotografer yang sudah malang melintang di Indonesia. Penyuka jalan-jalan yang sudah kunjungi hampir seluruh daerah di Indonesia dari Sabang hingga Papua dan sejumlah negara di benua Eropah, Asia, Australia, dan benua Afrika ini, secara tak sengaja mendapatkan subyek foto yang langka, terunik, dan tercantik di dunia. Dan selama berburu foto, dia menemukannya di Nagari Pariangan.

 
“Ini karunia dan rahmat Allah SWT. Binatang langka dan terunik ciptaan Allah itu, mungkin selama ini tidak diketahui masyarakat. Alhamdulillah, ketika saya ke Pariangan untuk menikmati pesona keindahan, sekaligus ingin mempromosikan Negeri Terindah ini kepada masyarakat lain melalui sosial media, saya menemukan sesuatu yang luar biasa. Meski hanya serangga, namun serangganya terunik di dunia, langka, dan tercantik (paling fashionable),” kata Yurnaldi, yang pensiunan wartawan Kompas ini, kepada Padang Ekspres, minggu pekan lalu.
 
Menurut dia, dengan keberadaan kumbang emas ini, maka nilai keindahan Nagari Pariangan akan jauh lebih bermakna. Bisa jadi ke depan, wisatawan nusantara dan mancanegara ke Pariangan akan berburu foto kumbang emas ini. “Ini bisa dikelola dalam bentuk lomba foto dan atau berburu foto di Nagari Pariangan. Yakin, para fotorgrafer akan lebih membuat Nagari Pariangan lebih terkenal dengan segala keunikannya, termasuk ditemukannya satu dari enam serangga terunik di dunia tersebut,” papar Yurnaldi, yang pernah menyabet juara pertama tingkat nasional lomba penulisan pariwisata yang digelar Kementerian Pariwisata dan salah seorang pemenang lomba foto Gerhana Matahari Total 2016. Yurnaldi berburu foto gerhana matahari total ke Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Yurnaldi juga pernah menyabet juara pertama dan juara umum lomba foto tingkat nasional dengan subyek foto jambatan aka di Pesisir Selatan tahun 1980-an. Lewat foto dan tulisan di puluhan media, selama 30 tahun terakhir, Yurnaldi, memperkenalkan jambatan aka ke masyarakat dunia sebagai salah satu keunikan dunia.
 
 Nagari Pariangan, daerah terindah di dunia. (Foto Yurnaldi)
 
Kumbang emas yang ditemukan di Nagari Pariangan itu, jelas Yurnaldi yang juga sarjana matematika dan ilmu pengetahuan alam lulusan IKIP Padang ini, di Indonesia juga dikenal dengan nama kepik emas. Kumbang ini memang sangat cantik, sebab bagian cangkangnya seperti dilindungi oleh kubah transparan yang berkilau keemasan. Tubuh mereka juga berwarna hologram bila terkena cahaya matahari.
 
“Saya bersyukur, karena bisa mometret kumbang emas yang lagi bertelur. Artinya, populasi kumbang emas di Nagari Pariangan relatif bagus perkembangannya. Ini juga pertanda baik, bahwa pertanian sawah di Negari Terindah di Dunia ini, sangat ramah lingkungan. Pertanian organik, yang tidak memakai pupuk kimia dan pestisida,” jelas Yurnaldi, yang sudah menulis puluhan buku dan salah tiga bukunya yang terkenal adalah Menjadi Wartawan Hebat, Jurnalisme Kompas, dan Jawara Menulis Artikel.
 
Dengan temuan kumbang emas ini, Yurnaldi yang kini komisioner di Komisi Informasi Provinsi Sumatera Barat ini, akan berupaya mempromosikan Nagari Pariangan melalui foto dan tulisan.
 
Bahkan, dia juga memberikan gagasan, bagaimana Dinas Pariwisata Kabupaten Tanahdatar menggelar peragaan busana di alam terbuka, sekaligus lomba foto di Pariangan, yang akan diliput puluhan bahkan ratusan wartawan/fotografer. Ribuan wisatawan akan berkunjung untuk menyaksikannya.
 
“Bayangkan dampak positifnya ke depan. Melalui foto dan pemberitaan, serta tulisan, Pariangan akan menjadi pusat perhatian dunia. Kalau setiap wisatawan berswafoto (selfie) dan mengirimkan foto-fotonya ke sosial media, bayangkan kalau setiap orang punya minimal 3.000 teman, maka kalau 1.000 orang mengirimkan dan memajang foto nagari Pariangan dengan segala keindahan dan keunikkannya, maka ada 3 juta yang tahu karena foto tersebut. Ini potensi wisatawan yang bisa menggerakkan ekonomi masyarakat Pariangan,” papar Yurnaldi, yang juga salah seorang admin dua akun fesbuk yang mempromosikan keindahan alam Indonesia ke dunia, yaitu Travel Book Lovers (5.187 anggota per 6 April 2017) dan Beautiful Indonesia (33.052 anggota per 6 April 2017).**

Akses nadariau.com Via Mobile m.nadariau.com
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA