Editor:Zulmiron | Jumat, 24 Februari 2017 Pukul 23:08:59 Wib,

Dari Tarempa Merajut Asa

Sehelai Benang Berbuah Pundi-pundi Rupiah

,
Sehelai Benang Berbuah Pundi-pundi Rupiah Keterangan Foto: Pak De Ngadiman, pelatih menjahit bagi ibu-Ibu Desa Tarempa Barat.Ft;Ist



 

Penulis: Assyari Abdullah SSos MIKom (IEC Specialist PNPM Mandiri Pedesaan Kepulauan Riau)
Editor: Zulmiron

MENDUNG menggayut di langit Tarempa, Ibukota Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau. Hempasan ombak silih berganti memecah tebing-tebing penahan bumi kota tua itu.

“Beginilah kondisi Tarempa. Kalau sudah memasuki musim utara, ombak bisa mencapai 6 meter dan akan berakhir di awal Maret setiap tahun,'' tutur Fasilitator Keuangan Kabupaten Kepulauan Anambas Idrus di sela-sela kunjungan kami ke Gedung Pelatihan Menjahit bagi Ibu-Ibu Desa Tarempa Barat, Kecamatan Siantan, Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau.  

Di tengah guyuran gerimis berkepanjangan yang menyelimuti jantung Ibukota Kepulauan Anambas, terdengar bunyi-bunyian khas hasil dari kepiawaian jari jemari dan hentakan kaki para ibu-ibu yang menggerakan mesin jahit di gedung bangunan PNPM Mandiri Perdesaan Kepulauan Anambas tersebut. Kaum hawa terlihat sumringah melakukan aktifitas mereka sehari-hari, selaku penjahit di Desa Tarempa Barat.

''Ibu-ibu kita latih selama 90 hari efektif untuk memahami dan mengenal teknik menjahit, memotong membuat pola,'' timpal Fasilitator Teknik Kecamatan Siantan, Rifangi.

Di bawah asuhan tangan dingin Pak De, pangilan akrab Ngadiman, sang Pelatih Menjahit bagi ibu-ibu tersebut sudah mengantarkan ibu-ibu Desa Tarempa Barat mulai terberdayakan melalui keterampilan menjahit.

Ngadiman dengan telaten membimbing kaum hawa dalam mengoperasikan mesin jahit. Bahkan Ngadiman sendiri merasa puas dalam melatih ketika melihat masyarakat kampungnya mulai bisa mengoperasikan mesin jahit, memotong kain dan membuat pola dengan professional. Sehingga bisa mengangkat ekonomi keluarga masyarakat di perdesaan.

''Saya merasa puas melihat masyarakat pandai menjahit dan membuat pola,'' kata Ngadiman di sela-sela kesibukannya memainkan mesin jahit.

Jam di tangan bercerita, bahwa hari sudah siang. Ibu-ibu pulang ke rumah masing-masing untuk sekedar makan siang atau istirahat sejenak menghilangan rasa penat dan letih dalam mengarungi aktivitas baru mereka mengumpulkan pundi-pundi rupiah. Harapan program untuk memberdayakan masyarakat terjawab sudah. Fasilitasi yang dilakukan oleh fasilitator secara berjenjang mengantarkan kaum hawa di Desa Tarempa Barat tersebut menjadi wanita berdaya.

''Sekarang ibu-ibu sangat sibuk dengan aktivitas mereka untuk memenuhi permintaan pasar,'' tutur Pak De.

Pelatihan yang berlangsung 90 hari efektif tersebut, tidak disia-siakan oleh kaum ibu-ibu Desa Tarempa Barat. berbekal 10 mesin jahit dan 2 mesin obras, ibu-ibu tersebut sudah mahir mengoperasikan mesin bantuan dari PNPM Mandiri Pedesaan Kecamatan Siantan tersebut.

Tujuan mulia lahirnya PNPM Mandiri Pedesaan sebagai upaya mempercepat pengentasan kemiskinan terjawab sudah. Pelatihan untuk menambah keterampilan bagi kaum hawa di kampung sudah memperlihatkan geliat perkembangan yang menggairahkan. Setelah kelompok ibu-ibu tersebut dipandang mampu dalam hal jahit menjahit, ternyata berujung kepada usaha bersama dan pesananpun membanjiri sudah.

Berdasarkan pantauan Information Education and Communication (IEC) ketika melakukan kunjungan dinas ke Desa Tarempa Barat, setidaknya kelompok jahit ibu-ibu tersebut sudah banyak mendapatkan orderan dari masyarakat sekitar, mulai dari Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Anambas, Sekolah Dasar, organisasi kemasyarakatan maupun perseorangan silih berganti untuk mendapaatkan hasil karya ibu-ibu asuhan Pak De tersebut.

Di sela-sela kesibukannya, Pak De bertutur kalau usaha yang digeluti oleh ibu-ibu tersebut pasca pelatihan yang dilaksanakan oleh PNPM Mandiri Pedesaan Kecamatan Siantan itu rata-rata putaran omsetnya mencapai Rp9 juta per bulan. Ini tentunya bisa mengangkat ekonomi keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari di desa mereka.

Melihat geliat perkembangan usaha ibu-ibu tersebut, ternyata juga bisa mencuri perhatian Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kepulauan Anambas. Disperindag akan berencana membantu Usaha Penjahitan itu dengan beberapa mesin yang diharapakan bisa mensupport kinerja masyarakat dalam mengangkat ekonomi keluarga.

''Kita sudah mengupayakan dan sudah kita urus. Dalam waktu dekat, bantuan dari Disperindag tersebut sudah bisa dimanfaatkan oleh kaum ibu-ibu dalam mengembangkan usaha penjahitannya,'' tutur Fasilitator Kabupaten Kepulauan Anambas, Yustoto di sela-sela perbincangan kami di Gedung yang juga dibangun oleh PNPM Mandiri Pedesaan Kecamatan Tarempa.

Saat itu, tampak ibu-ibu sangat telaten merajut benang menyatukan lembaran demi lembaran kain untuk dijadikan pakaian. Sehingga menjadikan menit demi menit waktu yang dilalui ibu-ibu tersebut berbuah rupiah.

Dari Tarempa merajut Asa dari sehelai benang demi mengumpulkan pundi-pundi rupiah sebagai pendapatan tambahan bagi keluarga mereka yang tergabung dalam Usaha Penjahitan pakaian tersebut. Semoga ini bisa menjadi inspirasi bagi kelompok-kelompok lain dalam upaya menambah pendapatan keluarga dalam mengangkat keterpurukan masyarakat dari jeratan kemiskinan, Semoga. (*)


Akses nadariau.com Via Mobile m.nadariau.com
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA