Editor:Zulmiron | Jumat, 24 Februari 2017 Pukul 18:06:05 Wib,

Berprofesi Seorang Peramal

Bunda Riri Sebut Panggilan jiwa

,
Bunda Riri Sebut Panggilan jiwa Keterangan Foto: Bunda Riri



 

Pekanbaru (nadariau) - Bagi Bunda Riri,  berprofesi sebagai seorang peramal adalah panggilan jiwa. Karena panggilan jiwa itu pula, wanita keturunan Tionghoa- Nias ini menegaskan tidak akan mundur dari profesinya sebagai seorang peramal. Meski banyak orang yang melemparkan pandangan negatif terhadap peramal atau orang yang bisa memprediksi kejadian di masa akan datang.

Kepada nadariau.com, Bunda riri mengaku mendapatkan ilmu meramal atau menerawang masa depan ini sejak berusia 17 tahun. Hal ini dikarenakan ayahnya juga mempunyai kelebihan dalam bidang ini.

''Sejak saya dikaruniai seorang anak, saya mulai menekuni keahlian ini sebagai profesi. Bagi saya, profesi ini merupakan panggilan jiwa yang akan terus ditekuninya,'' ujar Bunda Riri di tempat prakteknya di Jalan Budi Utomo, Samping SMA Negeri 2 Pekanbaru, Jumat (24/02/2017).
 
Wanita kelahiran 43 tahun silam ini menuturkan, pengalaman selama menjadi peramal yakni soal permasalahan rumah tangga, keturunan, karir dan jodoh. Itu merupakan masalah yang sering kali dikeluhkan kliennya selama ini.

''Saya tidak ingin membuat orang percaya kepada saya. Kenapa? karena kita memiliki Tuhan yang lebih pantas untuk dipercaya. Doa serta kemampuan saya merupakan permohonan dan permintaan kepada Tuhan,'' tutur Bunda Riri sembari menyebutkan, selama ini dalam meramal menggunakan kopi piring dan kartu tarot sebagai media untuk memprediksi kepribadian seseorang atau meramal masa depan seseorang.(jim)


Akses nadariau.com Via Mobile m.nadariau.com
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA