Rabu, Februari 18, 2026
BerandaHeadlineDorong Peningkatan Produksi Padi, Kementan Optimalkan Penggunaan Alsintan

Dorong Peningkatan Produksi Padi, Kementan Optimalkan Penggunaan Alsintan

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Dengarkan Berita”][divide]

Pekanbaru (Nadariau.com) – Kementerian Pertanian terus berupaya mewujudkan visi Indonesia menjadi lumbung pangan dunia 2045. Salah satu upaya yang dilakukan adalah meningkatkan produksi padi.

Untuk itu Kementerian Pertanian telah memfasilitasi Penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan) melalui kegiatan penyaluran bantuan alsintan yang bertujuan untuk mengatasi permasalahan substantif yaitu semakin berkurangnya dan mahalnya upah tenaga kerja pertanian serta lemahnya permodalan petani untuk mengakses kepemilikan alsintan.

Diharapkan pemanfaatan alsintan dapat optimal dalam mendukung percepatan pengolahan
tanah dan penyediaan air irigasi sehingga akan berdampak pada peningkatan produksi dalam kuantitas maupun kualitas secara lebih efektif dan efisien.

Kegiatan optimalisasi pemanfaatan alsintan yaitu dengan cara memobilisasi semua
penanggung jawab alsintan yang telah ditunjuk untuk melakukan pendataan alsintan di wilayah masing-masing.

Menentukan target tahunan dan target bulanan; mengoptimalkan penggunaan alsintan sehingga mampu membantu meningkatkan produktivitas.

“Menggerakkan seluruhnya untuk mengoptimalkan pemanfaatan alsintan di Poktan, Gapoktan/UPJA, Brigade Kabupaten/Kota, Korem/Kodim dan Brigade Provinsi untuk mengoptimalisasi alsintan, tingkat kecamatan yang dikoordinasikan dengan Koordinator Penyuluh Pertanian/Kepala UPTD kecamatan,” terang Herlina Tarigan, Penanggungjawab alsintan Pusat untuk Riau.

Pendampingan optimalisasi pemanfaatan alsintan di Provinsi Riau dilaksanakan melalui
koordinasi antara Penanggungjawab Alsintan Provinsi Riau, BPTP Riau dan Dinas TPHBun
Provinsi Riau.

Data alsintan di Provinsi Riau tercatat traktor roda dua 1.296 buah, traktor roda
empat 121 buah, pompa air 891 buah, combine harvester kecil 191 buah, combine harvester sedang 79 buahn dan combine harvester besar 28 yang tersebar di 12 Kabupaten Kota.

Verifikasi alsintan dilaksanakan di Kabupaten Siak dan Kampar. Menurut Kadis Pertanian Siak, Budiman Safari, alsintan di Kabupaten Siak telah dimanfaatkan semuanya.

Pemda Siak telah mengadakan pompa besar untuk menyedot air dari Sungai Siak untuk dialirkan pada lahan sawah di Kecamatan Bunga Raya.

Kedepannya pertanaman akan ditingkatkan menjadi tiga kali dalam setahun,” terang Budiman Verifikasi alsintan di Kabupaten Kampar dilaksanakan di Desa Padang Mutung dan Pulau Tinggi.

Menurut Rico Hermanto, Ketua Poktan Babussalam, Desa Pulau Tinggi, anggota kelompoknya masih kekurangan alat untuk mengerjakan sawah. Sehingga kedepannya perlu perhatian dari Pemerintah. (fahroji)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer