[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Dengarkan Berita”][divide]
Bengkalis (Nadariau.com) – Jelang Pilkada Riau mendatang, Cagubri Syamsuar menggelar Kampanye Dialogis. Sekarang, acara silaturahmi dan Kampanye Dialogis dilaksanakan di Desa Padekik, Kabupaten Bengkalis, Minggu (06/05/2018).
Dalam Kampanye Dialogis yang dihadiri ratusan warga tersebut, salah seorang tokoh masyarakat Padekik, Khaironi, menyampaikan berbagai hal kepada Calon Gubernur Riau (Cagubri) H Syamsuar. Di antaranya terkait sosok H Syamsuar serta kondisi desa mereka yang terpencil.
“Desa kami ini terpencil, jauh dari keramaian. Bahkan jaringan internet pun susah. Jadi selama ini kami hanya mendengar cerita tentang pak Syamsuar saja, jumpa orangnya pun tidak. Pas acara debat itu pun kami tak dapat menonton karena sedang acara kenduri. Alhamdulillah hari ini bisa bersilaturrahmi,” kata Khaironi.
Disampaikannya, Desa Padekik memiliki banyak peninggakan sejarah, salah satunya masjid Jami yang kini diberi nama Masjid Fisabilillah. Nama tersebut, kata Khaironi, diberikan mengingat perjuangan kaum Fisabilillah pada masa penjajahan Belanda dulu.
“Dan masjid ini menjadi asrama bagi para pejuang ini. Untuk merenovasi peninggalan bersejarah ini menjadi masjid yang layak, masyarakat sudah habiskan dana Rp 1,5 miliar. Namun, itu semua masih jauh dari yang diharapkan. Sarana wudhunya masih belum bagus dan lainnya,” terangnya.
Sehubungan dengan hal itu, Khaironi berharap, jika Syamsuar menjadi Gubernur Riau nanti, warga Padekik meminta agar kebutuhan masjid Fisabilillah ini menjadi perhatian utama, selain persoalan Drainase.
Sementara, Cagubri nomor urut 1 ini menyambut positif aspirasi yang disampaikan warga. Selainj itu, Syamsuar juga menceritakan sejarah yang diketahuinya dari Desa Padekik. Syamsuar menyebut, dirinya sangat hafal denagn daerah tersebut, karena saat sekolah sudah menetap di Bengkalis bersama pamannya.
“Saya tadi sengaja sempatkan mampir dan salat di masjid Fisabilillah ini, sekaligus mendoakan almarhum bisa ditempatkan di dalam surganya Allah. Banyak bukti sejarah di Bengkalis yang berkaitan dengan kemerdekaan RI,” ungkap Syamsuar.
Dijelaskan Syamsuar, sejarah merupakan hal yang penting dan perlu dilestarikan untuk mengingatkan generasi muda Riau ke depannya.(nto)


