Pekanbaru (Nadariau.com) – Peserta JKN tidak perlu khawatir jika mendadak sakit sedang mudik atau saat sudah berada di kampung halaman. Selama kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berstatus aktif, peserta JKN tersebut bisa berobat di seluruh wilayah Indonesia. Tentu sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku. Demikian kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pekanbaru, Harie Wibhawa pada Senin (17/04/2023).
“Peserta JKN juga tetap bisa mengakses layanan kesehatan dan juga layanan administrasi kepesertaan meski tengah libur lebaran. Layanan administrasi tetap buka selama libur lebaran. Peserta cukup mendatangi Kantor BPJS Kesehatan terdekat karena ada layanan khusus selama libur lebaran. Layanan khusus ini dapat diakses pada tanggal 19-21 April 2023 dan 24-25 April 2023 mulai pukul 08.00-12.00 waktu setempat,” jelas Harie.
Lebih lanjut Harie menyampaikan bahwa selain layanan tatap muka di Kantor BPJS Kesehatan, peserta JKN juga dapat memanfaatkan kanal-kanal digital yang tersedia, seperti Aplikasi Mobile JKN, Chat Assistant JKN (CHIKA), Voice Interractive JKN (VIKA), Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA) hingga BPJS Kesehatan Care Center 165.
“Untuk kemudahan dan kecepatan layanan, peserta dapat mengunduh Aplikasi Mobile JKN baik melalui AppStore ataupun PlayStore. Fitur-fiturnya sangat praktis, cocok dengan milenial atau gadget person. CHIKA bisa diakses melalui nomor 08118750400 yang tersedia melalui Telegram, WhatsApp dan Facebook Messenger. CHIKA digunakan untuk mengetahui informasi seputar kepesertaan dan status kepesertaan. VIKA diakses melalui BPJS Kesehatan Care Center 165, sementara PANDAWA hampir mirip dengan Aplikasi Mobile JKN yang khusus memberikan layanan administrasi saja dan diakses melalui nomor 0811816565. PANDAWA juga hanya dapat diakses mulai pukul 08.00-12.00 waktu setempat,” jelas Harie.
Untuk layanan kesehatan, kata Harie, jika peserta JKN tengah dalam perjalanan mudik, peserta JKN dapat langsung mengakses Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) atau Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) terdekat. Lokasinya dapat diketahui melalui fitur “Info Layanan Faskes” di Aplikasi Mobile JKN. Aplikasi tersebut secara otomatis akan memetakan posisi peserta JKN dan menunjukkan fasilitas kesehatan terdekat.
“Apabila kondisi peserta dalam kondisi kegawatdaruratan medis, seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan kesehatan kepada peserta. Begitu pula kondisinya saat peserta sudah tiba di kampung halaman. Namun jika peserta menderita keluhan sakit ringan, disarankan mengakses FKTP terdekat terlebih dahulu. Jika mengalami kendala jarkomdat (jaringan komunikasi data – red) di kampung halaman, peserta atau keluarga bisa menuju FKTP terdekat yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan,” ungkap Harie.
Dan kini semakin lebih tenang lagi karena saat berobat, peserta dapat menunjukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tertera pada Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai identitas peserta JKN. Dengan demikian, peserta tak perlu khawatir jika ternyata Kartu Indonesia Sehat (KIS) atau Kartu BPJS Kesehatan miliknya ketinggalan di rumah.
“Kebanyakan masyarakat Riau khususnya Kota Pekanbaru mudik ke Sumatera Barat. Jadi, sesampainya di kampung halaman atau masih dalam perjalanan karena kelelahan atau sebagainya, cukup gunakan NIK di KTP, peserta sudah bisa mengakses layanan kesehatan di fasilitas kesehatan terdekat yang sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan,” katanya.
Tengku Muhammad Ibrahim (29) yang berencana akan mudik bersama keluarganya, mengaku lebih tenang setelah tahu kepastian layanan kesehatan dan administrasi yang akan ia dapatkan sebagai peserta JKN selama libur lebaran nanti. Pria ini berharap tak ada kendala meskipun nanti ia memanfaatkan Program JKN.
“Menurut saya bagus, BPJS Kesehatan tetap stand by saat libur lebaran dan memastikan pesertanya mendapat layanan yang baik dari fasilitas kesehatan. Kita nggak tahu sakit bisa datang kapan saja. Jadi makin tenang liburannya karena BPJS Kesehatan ada di mana saja dan manfaatnya bisa dipakai kapan saja,” ujar Ibrahim sambil mengacungkan jempolnya. (ed)


