Pekanbaru (Nadariau.com) – Sebagian masyarakat melaporkan kepada Anggota DPRD Riau Edy Mohd Yatim bahwa mereka risih melihat pemandangan pagar seng bekas yang dipakai untuk menutupi pembangunan Alquran Center di Kawasan Purna MTQ Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru.
Atas laporan masyarakat tersebut, Edy Yatim meminta kepada kontraktor untuk bisa mengganti pagar seng dengan spanduk yang berhubungan dengan pembangunan. Seperti gambar bernuansa Islami dan/atau gambar sketsa Gedung Alquran Center. Sehingga masyarakat bisa mengetahui bentuk bangunan jadi dari gambar tersebut.
Selain itu, dengan keindahan gambar bisa menjadi tempat hotspot bagi masyarakat. Pasalnya Kawasan Purna MTQ adalah tempat taman bermain bagi masyarakat Pekanbaru.
“Jika dinilai biaya pagar seng jauh lebih mahal dari spanduk? Jadi kita minta kontraktor itu harus kreatif untuk mengganti pagar seng dengan spanduk dan/atau melapisi pakai spanduk. Sehingga tidak merusak pemandangan masyarakat yang lalu lalang di Jalan Jenderal Sudirman,” tegas Edy Yatim, Kamis (11/5/2023).
Hal senada juga dikatakan Pengamat Kota Dr Mardianto Manan. Ia menilai, keindahan maupun kesemrawutan menunjukkan wajah Walikota Pekanbaru.
Meski pembangunan Gedung Alquran Center merupakan proyek provinsi, namun walikota harus bisa mengambil sikap untuk menertibkan, demi keindahan kota yang dipimpinnya.
Apalagi lokasi pembangunan Alquran Center berada di pintu masuk Kota Pekanbaru dari Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK II). Permasalahan ini tentu harus di perhatikan. Karena semua orang biasa maupun pejabat akan melihat pagar seng bekas tersebut yang tidak indah di pandang mata.
“Sebenarnya, jika suatu kota itu terlihat indah, maka akan mencontohkan kepada wajah walikotanya. Karena wajah walikotanya juga indah. Dan begitu juga sebaliknya. Maka selaku pengamat kota, saya meminta kontraktor maupun Walikota Pekanbaru untuk segera menertibkan pagar bangunan supaya bisa dipandang indah oleh mata masyarakat,” kata Mardianto Manan yang juga sebagai Anggota Komisi I DPRD Riau. (alin)


