[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Dengarkan Berita”][divide]
Kampar (Nadariau.com) – Seratusan orang massa yang tergabung dalam Pemuda Pancasila Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Kampar, lakukan aksi di lahan perkebunan sawit PT Ganda Buanindo.
Mereka menuntut agar lahan masyarakat adat Lipat kain yang selama ini dikelola perusahaan tersebut dikembalikan. Tidak hanya itu, mereka juga meminta dibuatkan koperasi baru.
Aksi tersebut terjadi karena adanya dugaan penyelewengan uang hasil KKPA oleh ninik mamak. “Kembalikan uang hasil dari kebun seluas 360 hektar,” teriak salah seorang masa aksi.
Berdasarkan keterangan ketua LPPH Pemuda Pancasila, Muhamad Zainuddin SH menyebutkan, lahan sebanyak 360 hektar itu dulunya adalah murni milik masyarakat Kenegerian Lipatkain.
Namun, ketika itu oleh ninik mamak memberikan hak pengelolahannya kepada PT Buana Guanindo.
“Masyarakat dijanjikan akan menerima hasil kebun perbulannya melalui KKPA yang dibentuk,” ungkap Zainuddin.
Ternyata nihil, apa yang mereka janjikan, komitmen mereka sama sekali tidak dipenuhinya. “Kabarnya, ada kongkalikong juga antara ninik mamak dengan perusahaan,” imbuhnya.
Hingga berita ini terbit, Nadariau.com masih mencoba menghubungi pihak perusahaan untuk dikonfirmasi. (dw)


