Pekanbaru (Nadariau.com) – Kapolda Riau, Kami (17/11/2022) pagi, sekitar pukul 10.00 Wib, menjenguk Raihan dan Fajri anak yang menderita kelainan tulang rapuh atau tulang kaca saat dirawat di Rumah Sakit Awal Bross, jalan Ahmad Yani, Pekanbaru.
Kapolda Riau didampingi oleh Kabid Humas, Kombes Pol Sunarto, dr AKBP Yeni dan dr AKP Firman dari Bid Dokkes, serta Manager RS Awal Bros dan dokter RS Awal Bros, dr. Jansen.
Raihan dan Fajri adalah dua kakak beradik yang berusia 11 dan 8 tahun yang mengalami kelainan genetik, yakni tulang rapuh.
Karena keadaan ekonomi menyebabkan keduanya tidak mendapatkan perawatan atau pengobatan sebagaimana mestinya.
Beberapa waktu lalu Kapolda Riau memberikan bantuan 2 buah kursi roda dan tali asih untuk membantu keluarga tersebut.
Tidak hanya disitu, Kapolda Riau juga memerintahkan Kabid Dokes Polda Riau agar memberikan bantuan pengobatan kepada kedua anak tersebut.
Hal tersebut ditndaklanjuti oleh Kabid Dokkes dan tim, dengan membawa kedua anak tersebut ke RS Awal Bross Pekanbaru, untuk dilakukan pemeriksaan awal. Dari rujukan dokter, keduanya harus mendapatkan perawatan dan pemberian obat penguat tulang dengan cara pemberian melalui infus.
Sehingga dirujuk untuk dirawat inap.
Namun, kedua anak tersebut masih merasa ketakutan untuk dirawat inap, sehingga dibawa pulang kembali.
Keesokan harinya Selasa (15/11/2022) tim dokter RS Bhayangkara dipimpin Kompol dr Firman kembali menjenguk keduanya dirumah. Setelah dilakukan psikoteraphy dan sosiopskologi, alhamdulillah keduanya mau untuk dirawat dan diberikan pengobatan secara medis.
Dalam kunjungannya, Kapolda Riau memberikan semangat dan motivasi kepada ananda raihan dan fajri.
Melihat kedatangan Bapak Kapolda, keduanya langsung mengumbar senyum sumringah, bahkan ananda Raehan juga mendoakan Kapolda beserta rombongan agar selalu murah rezeki dan sehat selalu.
“Pada waktu pertama kali saya berkunjung ke kediaman ananda raihan dan fajri, kita diterima dengan baik, terus kita juga menjembatani antara ananda berdua dan keluarga dengan dokter yg merawat dr. Jansen. Alhamdulillah juga pada saat pertama kami mencoba mengajak ananda berdua dan keluarga kesini untuk diperiksa terus juga dilakukan beberapa treatment tetapi pada hari pertama pendekatan belum berhasil, merasa takut dan sebagainya,” kata Kapolda Riau, Irjen Pol Muhammad Iqbal.
Kapolda menambahkan, tidak berhenti sampai disitu saja, kemudian pada esok harinya tim dari biddokkes polda riau terus melakukan pendekatan sosio psikologi kepada ananda kedua dan diterima oleh keluarga, dan alhamdulillah dengan kesadaran dan niat yang kuat dan ananda berdua akhirnya berhasil dibawa kesini untuk diberikan intervensi kedokteran, terus dilakukan treathment dan tadi dokter menyampaikan sudah dilakukan beberapa treatment yg diperlukan.
Tujuannya adalah penguatan tulang yang memang secara genetik tulangnya tulang kaca dan sangat rapuh, insyaallah dengan intervensi kedokteran ini semakin kuat, pihaknya berharap kepada raihan dan fajri aktivitasnya bisa sempurna dan mengejar cita-citanya, mudah-mudahan menjadi kebanggaan kedua orang tua dan berguna bagi agama bangsa dan negara.
“Kita lakukan perawatan sampai sembuh, saya pernah katakan tugas polisi itu adalah pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat, kita memberikan informasi saja ke semua stakeholder yg berkepentingan itu juga tugas kami, membawa dan membantu menyebrangkan jalan itu juga tugas kami, apalagi ini anak kita juga, kita punya kepetingan untuk itu, dapat kita bayangkan jika kedua ananda ini sehat dan dapat menggapai cita-citanya, ini akan membantu tugas-tugas kepolisian. Niat kita yg tulus hari ini semoga menjadi amal jariah bagi kita semua,” tutup Kapolda.(sony)


