Pekanbaru (Nadariau.com) – Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Pekanbaru masih terus mendalami laporan kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan seorang pemuda berinisial RR terhadap pacarnya sendiri berinisial DW (23) yang sempat viral di media sosial (Medsos) beberapa hari lalu.
Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Andrie Setiawan mengatakan, masih mendalami dan akan melakukan pemanggilan terhadap pelaku dugaan penganiayaan tersebut.
“Laporannya masuk Jumat (11/11/2022) kemaren dan laporan tersebut sedang kita dalami saat ini. Tentunya peristiwa keributan atau penganiayaan harus didasari dari visum dan keterangan saksi-saksi,” kata Kompol Andrie Setiawan, saat dikonfirmasi wartawan melalui telepon selulernya, Rabu(16/11/2022).
Kompol Andrie menambahkan, pihaknya masih melakukan pendalaman intensif dari korban dan sejumlah saksi dalam kasus ini. Polisi juga akan melakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku.
“Saat ini akan ada upaya untuk pemanggilan terhadap yang bersangkutan (RR) dan dilakukan pemeriksaan,” kata Andrie.
Seperti diketahui, Kasus dugaan penganiayaan ini terungkap dari sebuah video yang viral di media sosial. RR diduga melakukan penganiayaan terhadap pacarnya, Kamis (10/11/2022) lalu. Ia tak terima korban mengakhiri hubungan dengannya.
Berita sebelumnya, Tak terima diputuskan cintanya, seorang pria berinisial RR, nekat menganiaya pacarnya sendiri hingga babak belur, pada Kamis (10/11/2022) kemarin.
Tidak terima dengan perbuatan pelaku, korban berinisial DW (23) akhirnya membuat laporan ke Mapolresta Pekanbaru, di hari yang sama sekitar pukul 16.00 WIB.
Saat dikonfirmasi wartawan korban menjelaskan, peristiwa dugaan penganiayaan tersebut berawal saat korban dan pelaku bertengkar adu mulut.
“Pertengkaran tersebut terjadi lantaran dia (pelaku) ketahuan selingkuh. Waktu ditanya ngakuannya sebatas teman. Kemudian kami pergi keluar ke salah satu tempat hiburan di Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru dan di sana lah saya dianiaya,” katanya, Senin (14/11/2022).
Usai dari lokasi tersebut, sekitar pukul 01.00 WIB korban dan pelaku pulang melewati jalan Dahlia.
“Takut bakalan terjadi pertengkaran lagi saya langsung membawa mobil. Saya meminta dia untuk turun agar dia pulang untuk menghindari keributan. Namun, masih di Jalan Dahlia, saya kembali dianiaya didalam mobil dengan cara rambut saya dijambak, diseret, dipukulin,” katanya.
Korban menambahkan, aksi penganiayaan tersebut bukanlah yang pertama, pelaku kerap melakukan penganiayaan pada saat bertengkar dengan korban.
“Aksi penganiayaan sudah sering. Tapi yang ini tidak bisa saya terima. Karena wajah dan kepala serta badan saya dipukul oleh dia,” tutup Korban.(sony)


