Sehari sebelum Kabupaten Pelalawan merayakan hari jadinya yang ke 23 pada tanggal 12 Oktober 2022. Daerah otonom yang berjuluk negeri Seiya sekata ini di datangi oleh ratusan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari tiga Matra, darat, laut dan udara, ditambah Kepolisian.
Datang dengan kekuatan 1 SSK (Satuan Setingkat Kompi), 150 anggota TNI berasal dari berbagai kesatuan militer yang bermarkas di Pekanbaru Riau memperkuat satuan tugas yang di pimpin oleh Komandan Kodim 0313/KPR Letkol Arh Mulyadi S.IP ke daerah pemekaran Kabupaten Kampar di tahun 1999 silam.
Hari itu, Selasa (11/10/2022) prajurit prajurit dari kesatuan Yonif 132/BS, Yon Arhanud 13/PBY, Kikavser 6/RBT Pasir Putih, Korem 031 /WB, Kodim 0313/KPR, Denzipur/PS, Denzibang Pekanbaru, Denpom 1/3 Pekanbaru, Bintal Rem 031/WB, Lanal Dumai, Lanud RSN Pekanbaru dan Polres Pelalawan tergabung dalam satuan tugas kemanunggalan.
Di halaman kantornya, Bupati Pelalawan H Zukri Misran memimpin upacara, menandai dimulainya kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 115 wilayah Kodim 0313/KPR Korem 031/WB Kodam I/BB di Kelurahan Teluk Meranti Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan Riau.
“Pelaksanaan TMMD ke 115 tahun 2022 di Kabupaten Pelalawan pada Oktober ini dirasa istimewa, sebab bersamaan waktunya dengan hari jadi Kabupaten Pelalawan ke 23 yang mengusung tema ekonomi bangkit, Pelelawan maju, tema ini senafas dan sejalan dengan tema TMMD, TMMD dedikasi terbaik membangun NKRI, ini sejalan dan bersinergi dengan pemerintah untuk membangun daerah khususnya,” kata Bupati Pelalawan H Zukri, Selasa (11/12/2022)
“Kami berterima kasih sekali TNI sudah membantu Pemerintah daerah melalui TMMD. Harapannya, TMMD ini memberikan dampak, dan Inshaa Allah berjalan dengan baik,”imbuhnya
Usai upacara, ksatria negara berseragam loreng dalam iring iringan truk TNI bergerak menyusuri jalan lintas timur, sesampai di km 115 simpang Bunut, rombongan ini belok ke kiri arah Lintas Bono terus melaju menuju Kelurahan Teluk Meranti yang terkenal dengan eksotisme gelombang The Sevent Gost Bono.
Mereka tidak dibekali senjata karena datang tidak dalam tugas perang, tidak pula membawa papan surfing karena bukan dalam bagian menyemarakkan agenda Bekudo Bono. Para tentara burung Garuda nan gagah perkasa ini datang ke Teluk Meranti untuk mewujudkan harapan pembangunan yang didambakan masyarakat. Merangkai asa kesejahteraan warga.
Di Teluk Meranti, prajurit TNI disambut dengan suka cita, pintu rumah di buka, mengulurkan tangan untuk jadi orang tua asuh, menerima mereka jadi bagian dari keluarga. Tinggal bersama selama tugas negara diemban dalam satuan tugas TMMD ke 115 wilayah Kodim 0313/KPR.
Rohana (43) istri dari Jaafar yang tinggal disebuah rumah panggung di tepian sungai Kampar bernomor 080 RT 003 RW 001 rela berbagi ruang utama rumahnya untuk tempat tidur sembilan tentara dari satgas kemanunggalan TNI.

Di dapur pun, Rohana dengan senang hati berbagi isi Periuk, isi kuali dan berbagi semua peralatan dapur dengan para prajurit kebanggan ibu Pertiwi. Bukan hanya cita rasa masakan buah karya bersama mereka nikmati, juga ada gelak tawa dalam cengkrama selama kebersamaan di dapur.
“Senang ada adik adik tentara ini tinggal di rumah kami, orang nya baik baik, suka membantu. Ikan yang dimasak ini hasil pancingan mereka di sungai depan,,” kata Rohana, Senin (17/10/2022)
Tidak pula semata mengulek sambal, para prajurit ini juga cekatan mencuci piring, mahir membersihkan rumah, dan ahli memotong rumput di halaman. Semua tugas rumah tangga Rohana terselesaikan dengan baik oleh pria pria ujung tombak kesuksesan TMMD ini.
“Ya, mereka bantu cuci piring dan bersih bersih rumah, rajin rajin orangnya,” imbuh Rohana.
Jauh jauh dari markas di Pekanbaru, para ksatria negara yang menjadi garda terdepan pertahanan nusantara tidak datang untuk tugas mencuci piring warga. Pekerjaan itu hanya rutinitas sebagai bagian keluarga asuh. Tugas utama prajurit prajurit dalam satgas membangun infrastruktur di desa
TMMD ke 115 wilayah Kodim 0313/KPR, Korem 031/WB Kodam I/BB memberi banyak kesan bagi prajurit yang tergabung dalam satuan tugas. Ada yang baru merasakan pengalaman pertamanya mendapat tugas dari kesatuan. Ada juga tugas pertamanya dalam kegiatan TMMD. Tanah Bono Teluk Meranti memberi kesan yang sangat berarti.
Seperti Prada Andi Pratama (19), walau lelah dengan aktifitas seharian sebagai seorang anggota Satgas TMMD di kelurahan Teluk Meranti, ia masih menunjukkan sikap murah senyumnya. Sumringah menyapa setiap kali senior maupun rekan satu leting berpapasan dengan nya. Atau bersua warga tempatan di jalan ia ramah menunjukkan lesung pipinya. Tiada gurat kelelahan di wajahnya, bercanda kecil menjadi ciri khas pemuda asal Rokan Hilir ini.
Prajurit muda didikan Pusat Pendidikan Kavaleri (Pusdikav) Bandung tahun 2022 ini ditempa menjadi bagian dari satuan tempur berkendaraan tank dan panser yang bertugas mempertahankan setiap jengkal wilayah NKRI.
Dari kawah candradimuka nya prajurit kavaleri TNI AD Padalarang, di dada Andi dipatri semangat “Jaya dimasa perang berguna pada masa damai”, motto dari korp baret hitam TNI AD yang memiliki Tridaya Cakti (daya gerak, daya kejut dan daya kejut).

Hadirnya Andi di wilayah pesisir Kabupaten Pelalawan, di pusat gelombang Bono Kelurahan Teluk Meranti ini bagian dari tugas Kompi Kavaleri Panser 6/ Rajawali Bhakti Tama (Kikavser 6/RBT) Pekanbaru, sebagai panggilan operasi di masa damai.
Ia datang bersama dengan 14 personil lain dari kompi yang sama, tergabung dalam 150 kekuatan personil untuk memperkuat satuan tugas TMMD ke 115 wilayah Kodim 0313/KPR di Teluk Meranti.
“Kalau dari kompi Kavaleri Pasir Putih ada 15 orang termasuk saya,” kata Prada Andi Pratama, Senin (17/10/2022).
Sejak resmi berseragam loreng TNI AD, Andi belum pernah mendapat penugasan operasi dari komandannya di kesatuan. TMMD ke 115 ini menjadi tugas perdana nya sebagai tentara.
“Ini pertama kali saya di tugaskan kesatuan, sejak selesai pendidikan,” imbuhnya
Walau selama menjadi prajurit korp baret hitam, Andi selalu bergelut dengan tank dan panser, latihan dan latihan, mempersiapkan diri ketika tugas negara memanggil, siap fisik dan mental sebagai ksatria negara sejati.
Ia tak menyangka tugas pertama nya akan mengaduk semen, mengecor jalan dan mendorong gerobak. Namun ia bangga menjadi bagian kemanunggalan TNI di Teluk Meranti.
“Sebagai tentara siap di tugaskan kapan saja dan dimana saja, bangga juga bisa berbaur dengan masyarakat sini,”akunya
Dalam tugas TMMD ke 115 wilayah Kodim 0313/KPR di Kelurahan Teluk Meranti, Andi tergabung dalam team satgas di sasaran 3, menyelesaikan pengerjaan semenisasi jalan Rambutan Ujung RT 02 RW 01 sepanjang 70 meter dengan lebar 4 meter. Jalan yang dibangun itu sangat vital dalam mendukung pergerakan ekonomi masyarakat tempatan.
Setiap hari ia bergumul dengan tanah, pasir, kerikil dan semen. Berpacu dengan waktu untuk segera menghadirkan infrastruktur yang didambakan masyarakat.
“Yang saya kerjakan di TMMD ini berdasarkan arahan komandan, arahan pak Pa was, dan senior senior di sasaran tiga,” tegasnya
Di Teluk Meranti, Andi tidak hanya membawa nama besar Kompi Kavaleri, ada tanggung jawab sebagai seorang anak kampung Pematang Langsat Kubu Darussalam (Rohil) untuk memberikan yang terbaik bagi ibu pertiwi.
Di kampung terpencil tempatnya tumbuh, motivasi pemuda pemuda desa hanya sebatas sampai pada memegang ijazah SMA saja, selepas itu melamar bekerja sebagai buruh pabrik, buruh kebun maupun sebagai petani.
Jebolan SMA Tunas Bangsa 2021 mendobrak paradigma lama, ia keluar untuk mencapai impian, meraih cita citanya. Dibantu Babinsa setempat ia melamar masuk tentara, dari tiga yang dibawa tes di Korem Pekanbaru, hanya ia yang diterima.
“Di Desa Pamatang Langsat, saya orang pertama yang masuk TNI, saya berharap kedepannya banyak anak anak dari Desa Pematang Langkat Kubu Darussalam yang di terima TNI dan Polri,”harapnya
Sejak jadi TNI, putra sulung dari Mujiono ini belum sekalipun pulang kampung untuk melepas rindu bersama keluarga dan teman sepermainan dulu. Namun ia selalu menyempat diri untuk saling bertanya kabar lewat telepon genggam.
Beruntung, di rumah warga Kelurahan Teluk Meranti ia diperlakukan seperti saudara, disambut hangat bak keluarga, bersenda gurau mengisi waktu waktu istirahat di rumah panggung tepian sungai Kampar.
Seharian mengemban tugas negara sebagai bagian satgas TMMD ke 115 wilayah Kodim 0313 /KPR di Kelurahan Teluk Meranti, lelah Andi sirna ketika keluarga asuh menyambut nya dengan senyuman di beranda depan. Keramahan keluarga yang baru dikenalnya merontokkan letih penatnya.
“Bapak ibu ini baik baik, Andi senang, serasa bersama keluarga. Kadang pulang kerja diajak bercanda. Cerita cerita, asik pokoknya,”tuturnya
Anak muda lain yang mengawali karir militernya dengan tugas pertama dalam operasi selain perang adalah Andre Van Rosty (21), prajurit muda Arteleri Pertahanan Udara (Arhanud) Pekanbaru menjadi bagian Satgas TMMD ke 115 di Teluk Meranti. ia satu dari 15 anggota Arhanud untuk mendukung kekuatan satgas TMMD di Teluk Meranti. siap menyulap tanah tujuh hantu Bono menjadi infrastruktur mumpuni yang dapat di nikmati masyarakat sebagai sasaran pembangunan yang dikerjakan TNI.

Di lokasi TMMD Teluk Meranti, Andre bergabung bersama Andi dalam team yang bertugas menyelesaikan sasaran tiga di jalan Rambutan Ujung RT 02 RW 01. Disana, jebolan SMKN 2 Tambilahan ini berjibaku dengan semen, kerikil dan pasir. Merangkai asa masyarakat setempat dalam mempersiapkan jalan layak di tengah pemukiman di tepian pantai Sungai Kampar.
“Saya tergabung di sasaran tiga, bersama Andi,” kata Prada Andre Van Rosty, Senin (17/10/2022)
Di sasaran tiga, tangan kekarnya dengan cekatan mencampur material, memindahkan kedalam angkong (gerobak dorong) untuk di tuangkan ke permukaan jalan yang disemenisasi.
Keringat membasahi sekujur tubuhnya , terik tak menghalangi semangatnya dalam pengabdian untukmu negeri. bagi seorang Tentara Nasional Indonesia tak ada kata lelah dalam setiap tugas yang diemban.
“Masih kuat, dan tetap kuat,”ujarnya singkat
Bagi Andre, TMMD ke 115 Kodim 0313/KPR di Kelurahan Teluk Meranti memberi pengalaman amat berharga baginya sejak disumpah sebagai prajurit TNI AD pada 2021 lalu. Setelah resmi bergabung dalam korp militer Matra Darat, Sulung dari dua saudara ini tergabung dalam peserta Pusdik Arhanud Malang tahun 2021 untuk digembleng dengan pelatihan tentang pengembangan teknologi alat utama sistem senjata (alutsista)
Sepulang dari Malang, anak dari seorang wiraswasta di Tambilahan ini kemudian bergabung dengan para prajurit pengawal angkasa yang sakti (Vyati Rakca Bhala Cakti) batalyon Arhanud 13 Pekanbaru.
Di Yonarhanud 13/PBY, Andre dilatih untuk menjadi senjata pemukul di angkasa yang dahsyat dalam peperangan sebagaimana motto kesatuan Parigha Bhuana Yudha.
“Selama ini, Andre di batalyon aja, latihan dan latihan,” tegasnya
Walau mendapat latihan keras untuk siap berperang melawan segala bentuk ancaman terhadap keutuhan NKRI, Andre malah mendapatkan penugasan pertamanya sebagai anggota satgas TMMD setelah menerima surat tugasnya dari komandan di kesatuan.
“Terima surat dari dansat, untuk penugasan sebagai satgas TMMD ke 115, dari Batalyon Arhanud Pekanbaru ada 15 orang,” jelas Andre
Apa yang ia kerjakan di TMMD sangat berbeda dari latihan dan pendidikan yang diterimanya selama ini, niat hati masuk tentara dengan bayangan kegagahan berbalut seragam loreng lengkap dengan senjata di tangan.
Meski jauh dari pikiran semula, namun Andre tidak kaget harus berlumur adukan semen setiap hari, dari pagi menjelang sampai petang datang.
“Waktu sekolah dulu, gambaran tentara itu, gagah, pegang senjata terus dikirim ke Papua untuk tugas bela negara, menumpas OPM, gitu. Apalagi setelah lulus masuk TNI, dan ikut Pusdik, memang juga ada perasaan apa yang dilakukan ke depan jauh dari pekerjaan seperti mengaduk semen dan mencangkul, Pokok kalau bayangan jadi tentara ya loreng dan senjata aja ,” akunya
“Tapi sebelum berangkat sudah disampaikan juga oleh kemandan bahwa tugas kita di TMMD ini adalah membaur dengan masyarakat, bergotong royong membangun jalan, jembatan, parit dan sebagainya yang dibutuhkan masyarakat,” imbuhnya
Andre tak hanya mencurahkan tenaga nya, ia juga memberikan bagian hatinya untuk melancarkan lafash anak anak membaca Al qur an di Masjid Al Qohar Teluk Meranti, selepas Magrib menunggu waktu shalat Isya masuk.

Dengan sabar ia menuntun anak anak mengaji satu persatu huruf keriting arab. Membenarkan bacaan yang tidak tepat, mengulang berkali kali agar bisa kembali dilafazh dengan benar.
“Kegiatan selepas Magrib. Andre ikut kegatan mengaji di masjid dekat rumah keluarga asuh, berbagi ilmu dengan anak anak sini. Semoga mereka menjadi anak anak yang saleh,” tandasnya
Sama seperti Andi dan anggota satgas lainnya, Andre juga disambut dengan keramahtamahan masyarakat setempat, mereka diperlakukan layaknya keluarga. Membaur bersama dalam suasana batin yang saling terpaut.
“Senang disambut seperti keluarga,” katanya
Pengalaman tugas pertama sebagai tentara di TMMD Teluk Meranti ini memberi kesan yang mendalam baginya, yang nanti dapat berbagi pengalaman dengan para junior di kesatuan.
“Sekarang jadi tahu, seperti ini lah TMMD yang nanti bisa berbagi ilmu dengan adik adik leting,”bebernya

Lain lagi cerita seorang perwira dari Batalyon Arhanud 13/PBY Pekanbaru. Letda Arh Sumaryono. Sang Komandan peleton yang bersahaja, tenang pembawaannya namun tegas dalam kepemimpinan.
Di lokasi TMMD di Kelurahan Teluk Meranti, sang perwira ditugaskan untuk mengawasi dua sasaran utama. 30 personil dari berbagai Matra dan kesatuan berada di bawah komando nya. Keberadaan nya di lokasi itu untuk memastikan giat TNI dalam tugas mulia membantu masyarakat setempat agar bisa menikmati karya pembangunan, mengangkat ekonomi mereka untuk sejahtera berjalan sesuai harapan.
Tanggal 9 November 2022, merupakan hari terkhir bagi Letda Sumaryono dan anggota Arhanud 13/PBY serta seluruh personil pendukung lain berada di Teluk Meranti, artinya, sebelum tanggal tersebut semua sasaran harus telah selesai di kerjakan.
Untuk memastikan progres pembangunan berjalan sesuai rencana. Dan ton Ma Arhanud 13/PBY ini tak segan ikut nimbrung mengangkut pasir dan kerikil, mengaduk semen, mengecor jalan serta pekerjaan lain yang dilakukan anggotanya.
“Tujuan tugas kita disini menyesaikan program TMMD sesuai harapan, sesuai waktu yang ditetapkan. Kalau harus mengaduk semen ya saya mengaduk semen, ya tanggung jawab saya sebagai pengawas memastikan sasaran satu dan dua berjalan sesuai progress.” kata Pawas sasaran I dan II, Letda Sumaryono, Jumat (21/10/2022).
Kepemimpinannya ayah satu putri ini bukan hanya terlihat di lapangan saja, ia juga bersikap mengayomi anggota saat berada di rumah orang tua asuh, rumah warga yang dipergunakan tempat tinggal selama masa tugas di Teluk Meranti.
Sang Perwira memastikan anggotanya dalam keadaan fit setiap saat, jika ada yang sakit ia segera mengantarkan ke bagian kesehatan TMMD. Karena semua hal yang menyangkut prajurit TNI disana berkaitan erat dengan kesuksesan pelaksanaan TMMD ke 115 ini.
“Tadi ada yang sakit, sudah diantar berobat,” kata perwira balok satu ini, saat memarkirkan sepeda motor jenis Vixon berwarna hijau tua yang jadi kendaraan dinas TNI AD di depan rumah bernomor 080 milik keluarga Jaafar di RT 003 RW 001 Lingkungan Satu Kelurahan Teluk Meranti.
Selama 24 tahun pengabdiannya sebagai anggota TNI AD, TMMD ke 115 ini adalah kali pertamanya Letda Sumaryono ikut kegiatan kemanunggalan TNI bersama masyarakat dalam membangun desa. Ia senang bisa tergabung dalam misi ini, apalagi ada kehangatan dan keramahtamahan warga yang menyambutnya.
“Senang. Masyarakat nya ramah ramah,” tandasnya
“Pengalaman ini akan kita bagikan kepada rekan rekan di kesatuan yang belum dapat giliran tugas TMMD, semoga menjadi motivasi mereka nantinya bisa bergabung dalam giat TMMD berikutnya,”katanya
Kemanunggalan TNI bersama warga dalam menggesa progress pembangunan yang dikerjakan oleh satgas TMMD berjalan sesuai harapan. Semangat gotong royong warga yang bahu membahu dan bekerja sama menunjukkan dukungan masyarakat akan kehadiran personil TNI di daerah mereka.
Untuk pembangunan fisik, ada lima sasaran TMMD ke 115 wilayah Kodim 0313/KPR di Teluk Meranti, diantarnya semenisasi jalan Rambutan di RT 005 RW 008 dengan lebar 2 meter dan panjang 110 meter yang disebut sebagai sasaran satu. Sedangkan sasaran dua tepat berada di ujung sasaran satu, pembangunan lapangan Volley dengan luas 15 x 24 meter.
Sasaran tiga adalah jalan Rambutan ujung di RT 002 RW 001 yakni semenisasi jalan diatas rawa. Sedangkan sasaran empat adalah semenisasi jalan Pemuda dan jalan Pesisir Sungai Kampar (samping SDN 013) di RT 16. Dan terakhir sasaran lima yakni peningkatan jalan lingkungan yang dikerjakan satgas TMMD di Dusun Teluk Punak.
“Ada lima sasaran utama, itu sangat dibutuhkan bagi masyarakat di Kelurahan Teluk Meranti dalam mendukung pergerakan ekonomi dan meningkatka kesejahteraan masyarakat,” terang Komandan SSK TMMD Ke – 115 Kodim 0313/KPR, Kapten Inf Hendra P. Barus
Dalam semangat menggesa sasaran pembangunan, para personel satgas tergabung dalam satgas TMMD tidak mengenal hari libur, dari senin sampai minggu tetap bekerja seperti biasa sehingga dalam pengerjaannya akan selesai tepat waktu sesuai alokasi waktu yang telah di tentukan.

“Kalau sabtu dan minggu itu kan hari libur, jadi banyak warga yang ikut gotong royong membantu,” tambahnya
Tak hanya soal pekerjaan fisik, kehadiran anggota TNI di Teluk Meranti juga memberikan dampak positif kepada kehidupa sosial masyarakat setempat. Anggota TNI hadir di acara keagamaan, berbagi ilmu kepada siswa siswa sekolahan dan memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat.
“Bersama warga, anggota satgas saling bahu membahu dalam pengerjaan beberapa sasaran TMMD, selain program pembangunan fisik, program non fisik turut digencar anggota satgas. Selama masa tugas di Teluk Meranti, personil TNI membaur bersama masyarakat,”sebut Kapten Barus
Sementara itu, Komanda Kodim 0313/KPR, Letkol Arh Muliyadi mengatakan bahwa TMMD merupakan tugas pokok TNI selain perang. Tugas tugas TNI tertung di dalam PPPA TNI AD TA 2012 sesuai Peraturan Kasad Nomor Perkasad/125/XII/2011 tanggal 21 Desember 2011 yakni membantu tugas pemerintah di daerah melalui program Operasi Bakti TNI dan Karya Bakti TNI.
“Jadi, Satgas TMMD juga merupakan tugas yang harus dilaksanakan segenap hati dan tenaga, karena itu tugas pokok TNI selain perang,” kata Dandim
Bagi seorang prajurit yang baru pertama kali mendapatkan tugas operasi, dituntut harus cepat menyesuaikan diri dengan program program TMMD yang bekerja bersama rakyat dalam membangun infrastruktur yang dibutuhkan. Meskipun diluar dari apa yang didapat di bangku pendidikan ketentaraan.
“Semua satgas TMMD khususnya dan anggota TNI umumnya harus bisa menyatu dengan rakyat, karena kita menunggal. Kita bersatu membangun desa, TNI, pemerintah daerah dan rakyat,” jelasnya

Dalam kunjungan ke Kelurahan Teluk Meranti, Senin (17/10/2022). Waaster Kasad Bid Wanwil dan Kenmater Brigjen TNI Doni Hutabarat mengatakan TNI menyambut baik keinginan Pemerintah Daerah Kabupaten Pelalawan untuk membangun infrastruktur di pedesaan. Lewat koordinasi yang baik antara Komando Distrik Militer (Kodim) 0313/KPR yang kemudian diusulkan ke Kodam Bukit Barisan dan di teruskan Mabes Angkatan Darat, disepakati pembangunan infrastruktur di Kelurahan Teluk Meranti di laksanakan melalui kegiatan TMMD ke 115.
“Ini kan sebenarnya hasil kombinasi antara pemerintah daerah Kabupaten Pelalawan dengan Kodim 0313 KPR, melihat daerah mana yang perlu dilayani dan ditingkatkan kesejahteraannya. Setelah mereka rapat diusulkan ke Kodam dan di teruskan ke mabes TNI AD. Jadi Ini bukan semata mata keinginan TNI AD, dan yang menjadi target pelaksanaan TMMD ini adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan membangun akses akses yang akhirnya berdampak kepada peningkatan ekonomi masyarakat,” pungkas Brigjen Doni Hutabarat
Camat Teluk Meranti Raja Eka Putra S.Sos mengaku senang dengan dipilihnya kecamatan yang dipimpinnya itu sebagai lokasi TMMD ke 115 wilayah Kodim 0313/KPR tahun 2022 ini. Dengan bantuan TNI, berbagai pembangunan infrastruktur vital yang selama ini tertunda, kini dapat direalisasikan.
“Kehadiran TNI berkah buat kami masyarakat Teluk Meranti, jalan yang sudah lama di idamkan sekarang sudah dibangun.” Kata Raja Eka Putra
Anggota satgas TMMD ke 115 hanya punya waktu satu bulan untuk menyelesaikan tugasnya membangun infrastruktur di Teluk Meranti, setelah itu. Para prajurit TNI ini akan kembali ke satuannya masing masing, kembali ke tugasnya sebagai penjaga kedaulatan negara.
“Kebersamaan dengan anggota satgas TMMD memberikan kesan yang mendalam bagi masyarakat, ini lah kemanunggalan, kebersamaan TNI dan rakyat. Kebersamaan dengan TNI menjadi pengalaman indah yang akan di kenang masyarakat Teluk Meranti,” pungkasnya***
Penulis : Apon Hadiwijaya


