Minggu, Maret 15, 2026
BerandaUncategorizedIni Alasan Presiden Jokowi Menaikan Harga BBM

Ini Alasan Presiden Jokowi Menaikan Harga BBM

Jakarta, Nadariau Com – Presiden Republik Indonesia (RI) Ir Jokowi Dodo mengaku bahwa Pemerintah telah berupaya sekuat tenaga untuk melindungi rakyat dari gejolak harga minyak.

” Saya sebetulnya ingin harga BBM didalam negri tetap terjangkau dengan memberikan subsidi dari APBN tetapi anggaran subsidi dan kompensasi bbm tahun 2022 telah meningkat 3 kali lipat, dari 152, 5 triliun menjadi 5002,4 Triliun dan itu akan meningkat terus,” Katanya saat melakukan konferensi pers melalui video di Istana Merdeka Jakarta, Sabtu 03 September 2022.

Jokowi mengaku, lebih dari 70 persensubsidi justru dinikmati oleh kelompok masyarakat yang mampu yaitu pemilik mobil mobil pribadi.

Mestinya kata Jokowi uang negara itu di prioritaskan untuk memberikan subsidi kepada masyarakat yang kurang mampu.

” Dan saat ini pemerintah harus membuat keputusan dalam situasi yang sulit ini adalah pilihan terkahir pemerintah yaitu mengalihkan subsidi BBM sehingga beberapa jenis BBM yang selama ini mendapat subsidi akan mengalami penyesuaian,” Tegasnya

Kata Presiden Jokowi, sebagian subsidi bbm akan dialihkan untuk bantuan yang lebih tepat sasaran yaitu bantuan langsung tunai(BLT) bbm sebesar 12,4 Triliun rupiah yang diberikan kepada 20,65 juta keluarga yang kurang mampu sebesar 150 rupiah perbulan.

” Dan mulai diberikan bulan September selama 4 bulan,” Terangnya.

Jokowi juga menjelaskan, Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar 9,6 triliun rupiah untuk 16 Juta pekerja dengan gaji maksimum 3,500000 Rupiah perbulan dalam bentuk bantuan subsidi upah yang diberikan berkisar 600000 rupiah.

Selain itu Jokowi  juga telah memerintahkan kepada Pemerintah Daerah untuk menggunakan 2% dana transfer umum sebesar 2,17 Triliun rupiah untuk bantuan angkutan umum, bantuan ojek online dan untuk nelayan.

” Pemerintah berkomitmen agar pengguna subsidi yang merupakan uang rakyat harus tepat sasaran. Subsidi harus menguntungkan masyarakat yang kurang mampu,” Pungkasnya.

Dikutip dari sejumlah media online Nasional Pertalite, dari harga Rp7.650 per liter menjadi Rp10.000 per liter.

Pertamax, dari harga Rp12.500 per liter menjadi Rp14.500 per liter.

Solar bersubsidi, dari Rp5.150 per liter menjadi Rp6.800 perliter.(Said)***

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer