Sabtu, Januari 31, 2026
BerandaHeadlineWabup Siak Minta Sekolah Pahami Kurikulum Merdeka Secara Substansi

Wabup Siak Minta Sekolah Pahami Kurikulum Merdeka Secara Substansi

PEKANBARU (nadariau.com) – Wakil Bupati Siak H. Husni Merza, B.BA, M.BA berharap sekolah yang mengadopsi kurikulum merdeka di Kabupaten Siak agar memahami kurikulum tersebut secara substansial.

“Substansi yang harus dicapai, bukan hanya prosedural semata,” jelasnya dalam rangkaian audiensi Kepala Balai Guru Penggerak (BGP) Riau, Reisky Bestari, S.Pd, M.Pd dan tim di ruang pertemuan Pucuk Rebung Kantor Bupati Siak, Selasa (26/7) kemarin.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, Plt Kepala Dinas Pendidikan Siak Mahadar, S.Pd, MM, Kabid Paud Dikdasmen Salmiah, Kabid SD Suharyadi, sejumlah kasi serta koordinator wilayah dari beberapa kecamatan di Siak.

Dalam kesempatan itu juga hadir Konsultan Pembelajaran Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Weilin Han, M.Sc.

Menurut Wabup, model pembelajaran yang dirancang di dalam PMM, memberi kesempatan luas bagi guru di Kabupaten Siak meningkatkan pemahaman, sama dengan kesempatan bagi guru-guru lain di wilayah manapun di Indonesia ini.

“Implementasikan dengan baik, sehingga mutu pendidikan di Siak sama untuk di semua wilayah,” harapnya.

Sebelumnya Kepala BGP mengungkapkan partisipasi guru yang sekolahnya memilih
menerapkan Kurikulum Merdeka sudah mulai memanfaatkan PMM sebagai sarana
pembelajaran dalam penerapan kurikulum merdeka.

“Untuk wilayah Provinsi Riau Siak berada dalam kelompok 5 besar dalam mengakses PMM,” ujarnya.

Tingginya angka partisipasi tersebut terjadi di semua kabupaten/kota di Provinsi Riau.
Capaian itu menempatkan Riau berada di posisi teratas nasional.  “Menurut Ibu Wei, hal itu yang membuatnya menyempatkan diri berkunjung ke Riau,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala BGP menyerahkan infografis capaian implementasi kurikulum merdeka ke Pemkab Siak. Di dalam infografis itu juga tersedia barcode yang bisa dimanfaatkan untuk memantau pergerakan implementasi kurikulum melalui PMM.

Di kesempatan terpisah, Konsultan Pembelajaran GTK, Weilin Han membenarkan pernyataan Kepala BGP berkenaan dengan hadirnya dia ke Riau. “Riau berada di posisi teratas dalam pemanfaatan PMM sebagai media pembelajaran dalam Implementasi
Kurikulum Merdeka (IKM),” ujarnya.

Wei juga menegaskan filosofi pengembangan PMM memang tidak dikhususkan pada kalangan tertentu. Ini terkait masih banyaknya guru yang belum mendapat pelatihan.

“Siapa saja bisa belajar dari PMM selama memiliki akun belajar id. Sehingga siapapun bisa meningkatkan pemahamannya melalui aplikasi PMM,” ujarnya. (BGP/rls)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer