Sabtu, Maret 21, 2026
BerandaHeadlineFKUB Riau Lakukan Dialog dengan Pemuda Pemudi Lintas Agama

FKUB Riau Lakukan Dialog dengan Pemuda Pemudi Lintas Agama

Pekanbaru (Nadariau.com) – Guna memelihara kerukunan antar umat beragama di Provinsi Riau, Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Riau, melakukan dialog dengan pemuda-pemudi lintas agama di Hotel Prime Park, Pekanbaru, Rabu (6/7/2022).

Dialog ini dihadiri oleh Gubernur Riau diwakili Kaban Kesbangpol Riau Jendri Salmon Ginting, Dirbinmas Polda Riau Kombes Wendry Purbiyantoro, Perwakilan Kemenag Riau Gana Radguna, Ketua FKUB Riau Abdurrahman Qoharudin, Sekretaris FKUB Provinsi Riau, Rasyidi Hamzah, Ketua GP Anshor Riau Purwaji dan perwakilan pemuda pemudi lintas agama di Riau.

Kaban Kesbangpolinmas Riau Jendri Salmon Ginting meminta kepada pemuda pemudi agar tetap menjaga kerukunan umat beragama di Riau. Jangan sampai ada terjadi konflik akibat diadu domba oleh orang tidak bertanggungjawab.

Untuk itu, dialog pemuda-pemudi lintas agama ini sangat penting. Sehingga bisa menjaga dan merawat tingkat kerukunan yang bertoleransi dilingkungan masyarakat.

“Dialog kerukunan umat beragama sangat penting kita lakukan, agar bisa diketahui persoalan kerukunan beragama yang terjadi dan menyelesaikannya bersama serta menghindari terjadinya konflik dalam masyarakat. Kerukunan harus terjaga dan terawat,” kata Jendri, sambil membuka secara resmi dialog pemuda pemudi lintas agama ini.

Ketua FKUB Riau Abdurrahman Qoharudin mengatakan, FKUB sengaja menghadirkan tokoh pemuda-pemudi dalam forum dialog, agar bisa menjadi corong perpanjangan peran dan fungsi mewujudkan kerukunan sikap tolerasi. Kemudian kesetaraan hidup damai harmonis didalam kehidupan bermasyarakat.

Berdasarkan penilaian dari Balitbang Kemenag RI, sejak tiga tahun terakhir, indeks kerukunan umat beragama di Provinsi Riauturun dan/atau berada pada posisi nomor tiga terakhir dari 34 provinsi di Indonesia. Artinya tingkat kerukunan umat beragamanya rendah, meski tidak ada terjadi konflik agama di Provinsi Riau.

“Untuk itu melalui dialog komponen dan elemen-elemen tokoh pemuda ini, maka apa yang menjadi potensi konflik ditengah-tengah masyarakat bisa terminimalisir,” kata Abdurrahman.

Sementara, Ketua Panitia, Yana Mulyana menjelaskan, FKUB selalu mengadakan kegiatan seperti dialog untuk menjaga dan merawat kerukunan umat beragama. Pemuda- pemudi harus bisa mengantisipasi setiap informasi dan upaya seseorang untuk mengadu domba yang bisa menyebabkan terjadi konflik agama.

Melalui dialog ini, bisa ditunjukan kepada generasi muda agar mereka bisa memahami bahwa Indonesia itu lahir atas kebersamaan umat beragama. Diketahui secara umum, agama yang diakui yakni 6 terdiri dari Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu dan Konghucu.

“Pada dialog hari ini, jumlah peserta ada sekitar 50 orang. Diharapkan pemuda-pemudi ini bisa menjaga keberagaman agama disuatu daerah dengan cara menjaga kerukunan umat beragama secara bersama-sama dilingkungan masyarakat,” kata Yana. (mam)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer