[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Dengarkan Berita”][divide]
Rohul (Nadariau.com) – Dinas Kebudayaan Provinsi Riau kampanyekan Museum Sang Nila Utama di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). Tujuanya untuk pendidikan, pengenalan dan penambah ilmu pengetahuan tentang benda-benda bersejarah.
Kampanye Museum Sang Nila Utama dilaksanakan disalah satu hotel di Pasir Pengarayan Rohul. Pesertanya terdiri ratusan pelajar SLTA, guru dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Rohul.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Rohul, Yusmar mengatakan Pemerintah Rohul kedepan juga akan membangun museum mini. Sehingga bisa memajang benda benda bersejarah. Seperti keris, tombak dan benda lainya.
Diakui, sebagian masyarakat kurang tertarik denganmuseum. Karena di museum hanya dipajang benda benda lama dan dianggap tidak diperlukan.
Namun seyogyanya, benda-benda bersejarah itu memiliki nilai kehidupan yang tinggi. Melalui benda-benda tersebut bisa mengetahui kehidupan nenek moyang dulu.
“Kami sangat tertarik dan mendukung program kampanye Dinas Kebudayaan Riau. Untuk itu, kami juga ingin membuat museum mini. Dengan tujuan untuk edukasi sejarah bagi generasi muda di Rohul nanti,” kata Yusmar dalam pidatonya saat membuka kegiatan Kampanye tersebut, Jum’at (06/04/2018).
Sementara Kasi Pengelola Museum Sang Nila Utama Provinsi Riau, Edy Yulisman menjelaskan, bahwa untuk mendirikan museum ada beberapa persyaratan yang harus diperhatikan.
Pertama koleksi yang dimiliki, sumber daya untuk pengelolanya dan termasuk lokasinya. Sedangkan untuk museum itu sendiri juga terbagi dua, yaitu museum umum dan tematik.
Dinas kebudayaan Riau sangat menyambut baik apa bila ada kabupaten/kota ingin mendirikan atau membangun museum. Karena di Riau sendiri baru ada museum Sang Nila Utama. Sementara museum tersebut merupakan museum umum.
“Untuk Rohul itu sendiri kalau bisa dibuat namanya seperti museum Benteng Tujuah Lapis. Kemudian koleksi isi lah museumnya dengan peninggalan yang dinilai memiliki sejarah yang tinggi,” kata Edy. (tra).


