[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Dengarkan Berita”][divide]
Pelalawan (Nadariau.com) – Meski sudah kondusif, namun Polisi tetap bersiaga di Taman Nasional Tesso Nilo, Dusun Toro Jaya paska bentrok hingga pembakaran pos.
Kapolsek Ukui AKP Amri mengatakan kondisi saat ini sudah kondusif di Dusun Toro Jaya, Desa Lubuk Bungo, Ukui, Pelalawan.
“Hingga saat ini situasi sudah kondusif meski sebelumnya telah terjadi bentrok hingga aksi pembakaran. Untuk personel sebanyak 28 diturunkan yang dibantu dari Polres Pelalawan,” katanya AKP Amri, Jum’at (06/04/2018).
Saat ditanyakan terkait aksi massa ini terjadi hingga pembakaran pos yang disebut warga sekitar ampang-ampang, Amri menjelaskan terjadi, Senin (02/04/2018) lalu.
“Ada dua pos yang dibakar. Pelaku ini namanya kerap disebut warga berinisial IG. Dan anggota yang ikut turun diduga untuk membakar pos hingga sebuah rumah berjumlahkan sekitar 20 orang,” lanjutnya.
Tidak hanya merusak hingga membakar, bahkan kelompok ini juga melakukan aksi pungutan liar alias Pungli kepada masyarakat disana untuk mengambil retribusi untuk perbaiki jalan.
“Dalam bentrokan yang terjadi, sudah diamankan sebanyak 3 orang pelaku diduga anggotanya IG. Kini sudah di Polres Pelalawan. Hingga saat ini masih diselidiki lebih jauh kasusnya,” sambung Amri.
Pantauan di lapangan oleh Bermadah.co.id terlihat warga Dusun Toro Jaya menunjukan bekas pembakaran ampang-ampang yang dilakukan kelompok dari Iwan CS ini.
Menurut Gusar Sitanggang salah seorang warga Dusun Toro Jaya mengatakan kelompok IG ini tidak hanya melakukan retribusi saja. Bahkan mereka juga mengintimidasi masyarakat hingga menjarah perkebunan sawit milik warga.
“Untuk retribusi mereka memungut sebesar Rp50 per kilogramnya,” katanya.
Meski terlihat kecil angka yang diambil IG ini dalam satu harunya bisa memperoleh uang hingga belasan juta rupiah.
Karena Gusar menjelaskan, rata hasil panen kelapa sawit dari Dusun Toro Jaya mencapai 250 ton. “Namun akses jalan satu-satunya dipegang IG ini bang. Jalan keluarnya cuma satu ini apabila kami panen kelapa sawit, mereka itu menunggu kami di ampang-ampang tersebut,” sambungnya.
Selain itu, dia juga mengatakan kelompok IG tercatat beberapa kali berusaha mencaplok lahan masyarakat Dusun Toro.
Korban dari IG ini yakni Sumarni (73) yang merupakan janda warga di Dusun Toro Jaya mengaku menjadi korban dari perbuatan Iwan CS (IG) sekitar empat bulan lalu.
Kenapa tidak, lahan milik Sumarni seluas 20 hektare diambil paksa oleh kelompok Iwan CS. “Karena kami takut diancam menggunakan senjata tajam, ya kami pilih diam. Dan rumah saya juga dibakar,” katanya dilokasi Dusun Toro Jaya.
Belakangan, selama empat bulan terakhir dia mengatakan hidup menumpang dari satu rumah warga ke warga lainnya. Sejumlah aksi premanisme dan teror tersebut akhirnya membuat masyarakat Dusun Toro Jaya semakin marah dan berujung anarkis.
Terkait hal tersebut saat dikonfirmasi Kapolres Pelalawan, AKBP Kaswandi membenarkan dan mengetahui kejadian tersebut.
“Benar saya sudah menerima laporan bahwa terjadi bentrokan massa di Dusun Toro Jaya. Ingormasinya ada perlakukan intimidasi, penganiayaan, pengancaman bahkan soal lahan. Itu semua masih dalam penyelidikan,” katanya.
Dusun Toro Jaya secara hukum tidak diakui oleh negara karena berada dalam kawasan TNTN. Meski begitu, saat ini terdapat lebih dari 4.000 jiwa mendiami Dusun tersebut. Mayoritas mereka juga memiliki KTP.
Bahkan, di Dusun yang sebenarnya jauh lebih ramai masyarakatnya dibanding Desa induk Kembang Bungo, sudah terdapat beragam fasilitas umum. Seperti sekolah, masjid, gereja, hingga pasar. Seluruh bangunan dan fasilitas itu dibangun secara swadaya oleh masyarakat.
Keberadaan Dusun di tengah kawasan konservasi itu sendiri masih menjadi masalah bagi pemerintah, terutama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (apon)


